Kemerdekaan Telah Mengubah Hidup Tiga Generasi Timor Leste di Australia

Kemerdekaan Telah Mengubah Hidup Tiga Generasi Timor Leste di Australia
Kemerdekaan Telah Mengubah Hidup Tiga Generasi Timor Leste di Australia

"Saya selalu ingin kembali ke Timor Timur, tetapi anak-anak dan keluarga saya ada di sini.

"[Australia sekarang] rumahku."

Diraih dengan 'darah dan air mata': Carla, 34 tahun

Kemerdekaan Telah Mengubah Hidup Tiga Generasi Timor Leste di Australia Photo: Carla Chung pernah menjadi aktivis yang berani mengkampanyekan soal referendum Timor Leste. (Foto: ABC News, Anthony Stewart)

Carla Chung asal Timor Leste adalah seorang aktivis di organisasi serikat pekerja di Melbourne.

Ketika berusia 14 tahun, ia menjadi saksi mata pembantaian Santa Cruz di Dili, yang menewaskan setidaknya 250 pelajar tewas saat tentara Indonesia menembak ke arah kerumunan yang sedang berunjuk rasa dengan damai di tahun 1991.

"Kita masih anak-anak," kata Carla kepada ABC.

"Kita tadinya berpikir tentara akan menembak, karena media internasional juga sedang ada disana."

Kemerdekaan Telah Mengubah Hidup Tiga Generasi Timor Leste di Australia Photo: Dilaporkan 250 mahasiswa dan pelajar asal Timor Leste terbunuh karena aksi militer yang digencarkan tentara Indonesia di tahun 1991. (Flickr: Santa Cruz Cemetery, Molly Mueller)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News