Kepentingan Umum

Oleh: Dahlan Iskan

Kepentingan Umum
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Doktrin "what it mean to us" sudah kalah dengan "what it mean to me".

Baca Juga:

Mulai hilangnya makna "what it mean to us" sekaligus berarti hilangnya prinsip gotong royong dalam budaya lama kita.

Pahit sekali untuk mengatakan ini: kita sudah kehilangan ajaran gotong royong.

Ada yang sudah mengakui kenyataan itu. Ada yang masih mengucapkannya di pidato-pidato. Bahkan masih ada yang mengharapkan gotong royong digalakkan lagi: demi melestarikan warisan leluhur yang luhur.

Misi media untuk kepentingan umum sudah benar-benar berakhir. Media hanyalah untuk kepentingan pemilik media. Dulu pun begitu: tetapi tidak semutlak sekarang.

"Kepentingan umum" jadi barang langka. Dia telah digantikan oleh "kepentingan diri sendiri".

Tentu itu sesuai dengan naluri manusia, salah satunya, adalah serakah. Naluri yang lain: mementingkan diri sendiri.

Yang masih memberikan harapan adalah: manusia juga punya naluri untuk mendapatkan kehangatan, pengakuan, dan cinta dari orang lain.

DUA capres didukung oleh pemilik media yang begitu besar. Dua-duanya gagal masuk putaran dua. Satu yang tak didukung pemilik media, suaranya mengejutkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News