Kepergian Didi Petet jadi Trending Topic

jpnn.com - KEPERGIAN aktor kawak Didi Petet Jumat (15/5) pagi begitu mengejutkan banyak pihak. Bahkan, hastag didi petet pun menjadi salah satu trending topic di twitter.
“Innalillahi wa innaillahi rojiun. Selamat jalan kang Didi Petet (Emon,Kabayan) Smg mendapat tmpt terbaik disisi-Nya,” ujar pemilik akun @tukang_jalan.
Bahkan dari kalangan publik figur pun juga banyak yang mengucapkan belangsungkawa. "Sangat berduka atas wafatnya guru saya, kang Didi Petet... Smg khusnul khotimah ya kang... Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu," tulis @ipangwahid di akun Twitter-nya.
Artis Vini G Sebastian juga ikut berduka melalui akun twitternya, "Innalillahi wainna illaihi rojiun.. Telah berpulang slh 1 Aktor terbaik Indonesia Didi Petet. Selamat Jalan Pak Hadi.”
Senada juga disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif yang juga ayah penyanyi Sherina, Triawan Munaf.
“Beliau meninggal hari ini pukul 05.00 WIB karena sakit. Sepulang dari Milan, kira-kira tiga hari lalu, rupanya recovery-nya kurang baik,” kata Triawan dikutip dari CNN.
Triawan mengabarkan, dirinya sedang bersiap menuju rumah duka di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Pria bernama asli Didi Widiatmoko wafat di usia 58 tahun. Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1956 itu menyumbangkan banyak karya untuk dunia perfilman Indonesia. Aktor serbabisa itu memerankan berbagai tokoh, yang terbaru membintangi sinetron Preman Pensiun sebagai Kang Bahar. (mas/ris/jpnn)
KEPERGIAN aktor kawak Didi Petet Jumat (15/5) pagi begitu mengejutkan banyak pihak. Bahkan, hastag didi petet pun menjadi salah satu trending topic
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gloria Nababan Raih Tiga Gelar Sekaligus di Putri Remaja & Anak Riau 2025
- Rilis Lagu Setelah 2 Tahun Vakum, Mikha Tambayong Akui Sempat Keteteran Bagi Waktu
- Beli Cincin Tunangan Hampir Rp 2 Miliar, Maxime Bouttier Bilang Begini
- Kepada Raja Dangdut, Ruben Onsu Ungkap Alasan Jadi Mualaf, Oh Ternyata
- Sebelum Maxime Bouttier, Luna Maya Ternyata Pernah Dilamar Pria Lain
- Melihat Nyai Ontosoroh Masa Kini di Monolog Paramita