Kerja Keras Anak-anak Muda Indonesia di Pabrik Daging Australia

Kerja Keras Anak-anak Muda Indonesia di Pabrik Daging Australia
Kerja Keras Anak-anak Muda Indonesia di Pabrik Daging Australia
Kerja Keras Anak-anak Muda Indonesia di Pabrik Daging Australia Photo: Rendy sudah tinggal dua tahun di Australia dan merasa Melbourne adalah kota terindah di Australia. (Foto: Koleksi pribadi)

Ia mendapat jadwal kerja di malam hari dengan upah yang ia terima saat ini tergolong tinggi, yakni sekitar AU$28, atau lebih dari Rp 280 ribu per jam.

"Saya pernah menabung hampir $3,000 [lebih dari Rp 30 juta] sebulan, saat saya sedang hidup irit-iritnya," ujar Rendy.

Minatnya terhadap industri daging ternak ini membuat Rendy ingin melanjutkan sekolah di bidang pengolahan daging tersebut selepas menyelesaikan program WHV.

Tanpa mau merepotkan orang tuanya, Rendy berharap tabungan dari hasil kerjanya bisa membiayainya sekolahnya nanti.

Kerja Keras Anak-anak Muda Indonesia di Pabrik Daging Australia Photo: Rendy dan supervisornya saat bekerja di pabrik daging Warnambool, Victoria (Foto: Koleksi pribadi)

Rendy mengaku sudah terbiasa hidup mandiri setelah orang tuanya mengirimkan dirinya ke pondok pesantren usai menamatkan bangku sekolah dasar.

"Karenanya saya tidak mau merepotkan orang lain dan untuk soal WHV ini saya mencari sendiri informasi, termasuk dari grup WHV di Facebook."

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News