Kesultanan Pasrah kalau Rakyat Jogja Marah

Unjuk Rasa Bagi-bagi Bambu Runcing

Kesultanan Pasrah kalau Rakyat Jogja Marah
Presiden SBY menyerahkan Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat NasionalTahun 2010 kepada bupati, walikota, dan gubernur yang daerahnya berprestasi dalam pembangunan ketahanan pangan, Jumat (3/12), di Istana Negara. Tahun ini, penghargaan ini diberikan kepada 5 provinsi dan 12 kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia. Tampak Sri Sultan Hamangkubuwono X menerima penghargaan dari presiden SBY. Foto; Abror Rizki / Rumgapres
JOGJAKARTA - Hasil sidang kabinet yang memutuskan gubernur dan wakil gubernur Jogjakarta melalui pemilu membuat kecewa pihak kesultanan. Adik kandung Sri Sultan, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo yakin, dampak keputusan rapat yang akan dituangkan dalam draf RUU Keistimewaan Jogjakarta dari

pemerintah itu akan berdampak serius.

"Saya sudah bisa memperkirakan reaksi masyarakat Jogja nanti seperti apa," ujar GBPH Joyokusumo, saat ditemui di kediamannya, Ndalem Joyokusuman, komplek  keraton Jogjakarta, kemarin (3/12). Menurut dia, kemarahan masyarakat Jogja yang saat ini sudah mulai berkembang akan makin memuncak.

"Semakin gerah dan semakin tidak percaya pada pemerintah pusat, terutama presiden," tambahnya. Sebab, lanjut bangsawan yang memiliki jabatan semacam sekretaris negara di Kesultanan Jogja itu, Presiden SBY dianggap telah memberikan harapan kosong kepada masyarakat Jogja.

Pidato klarifikasi yang disampaikan di kantor presiden, sesaat sebelum memimpin rapat kabinet, awalnya, sempat meredakan sesaat kekecewaan masyarakat Jogja atas pernyataan presiden sebelumnya. "Ternyata apa yang diomongkan, apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataannya," tandas Joyokusumo.

JOGJAKARTA - Hasil sidang kabinet yang memutuskan gubernur dan wakil gubernur Jogjakarta melalui pemilu membuat kecewa pihak kesultanan. Adik kandung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News