Ketika Mereka Hafal Indonesia Raya, Konjen Merinding Terharu

Ketika Mereka Hafal Indonesia Raya, Konjen Merinding Terharu
17 WNI yang terjebak di Marawi Filipina diterima konsul Jenderal RI untuk Davao Berlian Napitupulu di Wisma KJRI Davao, Rabu (6/1/2017). FOTO: KEMLU for Jawa Pos

Selebihnya, mereka yang merupakan generasi ketiga atau keempat, tidak pernah tersentuh bahasa nasional Indonesia itu.

Jadi, tak mengherankan kalau Berlian sangat terharu ketika mereka masih bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Menurut Berlian, beberapa tahun lalu, pemerintah Indonesia dan Filipina sebenarnya sudah sepakat untuk mengatasi permasalahan PID.

"Ketika itu, mengatasinya dilakukan dengan melakukan pemulangan terhadap warga-warga keturunan Indonesia. Jumlahnya bisa 100, 200, atau 300 orang yang dipulangkan," sebutnya.

Namun, tahun ini, model penyelesaian tersebut tidak lagi dilakukan.

Sebab, yang dibutuhkan penyelesaian secara sistematis dan komprehensif.

Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana menilai, banyaknya PID di Filipina tersebut adalah sesuatu yang wajar.

"Kan masyarakat ini tidak kenal batas negara," tutur Hikmahanto.

KJRI Davao perjuangkan ribuan PID agar tak sampai mendapat cap stateless alias tak berkewarganegaraan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News