JPNN.com

Ketua DPR Desak Penegak Hukum Tuntaskan Pengusutan Kerusuhan 22 Mei

Jumat, 31 Mei 2019 – 20:18 WIB Ketua DPR Desak Penegak Hukum Tuntaskan Pengusutan Kerusuhan 22 Mei - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo angkat bicara terkait adanya usulan pembentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Bambang mengatakan, terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 percayakan  proses penegak hukum sepenuhnya kepada aparat.

“Ya kami menyerahkan proses sepenuhnya kepada penegak hukum, kepolisian, yang sedang mengusut orang-orang yang mengerakkan aksi yang tadinya damai menjadi anarkis,” ungkap Bambang di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5).

Baca: Tanggapi Curhatan SBY, Fadli Zon: Tidak Usah Baper, Saya Setiap Hari Di-bully

Legislator yang karib disapa Bamsoet itu mendesak aparat penegak hukum juga mengusut tuntas siapapun yang terlibat dalam aksi tersebut, termasuk siapa dalang di belakangnya. “DPR mendorong pihak kepolisian menindak tegas siapa di balik kerusuhan tersebut,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, kasus kerusuhan 21-22 Mei itu harus diselesaikan. Dia menegaskan bahwa asal usul petasan maupun peluru tajam harus diusut.

“Kenapa banyak orang meninggal, demo kok banyak orang mati kita diam saja,” ujar Fahri di gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/5).

Dia menjelaskan, seharusnya demonstrasi di alam demokrasi itu tidak ada orang yang meninggal. Namun, ujar Fahri, yang terjadi saat 22 Mei itu, banyak sekali warga yang meninggal dunia. Bahkan, kata dia, diduga masih ada orang yang hilang.

Baca: Siapa Dalang Kerusuhan Aksi 21-22 Mei? Gus Nabil: Saya Pikir Mudah Terbaca

“Seperti negara darurat, begitu. Demokrasi adalah permainan dinamis tetapi gak ada orang mati, bagaimana sih, terus dianggap gampang,” katanya.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menambahkan, dalam demokrasi itu hilangnya satu nyawa harus diinvestigasi secara menyeluruh.

“Ini kok orang mati haha hihi? Kita ini harus komitmen dengan demokrasi, jangan sampai ada orang mati tidak ada penjelasannya,” ujar mantan wasekjen PKS itu. (boy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...