Ketum Golkar Harus Disukai Rakyat, atau...

Ketum Golkar Harus Disukai Rakyat, atau...
Ketua DPD I Golkar Sulut, Stevanus Vreeke Runtu. Foto: Ken Girsang/JPNN

jpnn.com - MANADO - Kader Golkar di daerah menginginkan ketua umum partai beringin itu benar-benar disukai rakyat, bersih dari persoalan hukum dan memang punya kemampuan. Syarat itu penting agar Golkar bisa kembali berjaya.

Harapan itulah yang muncul ketika Airlangga Hartarto, salah satu calon ketua umum Partai Golkar bertemu dengan kader-kader partai runner up Pemilu 2014 itu di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (28/4). Dalam kesempatan itu, Ketua DPD I Golkar Sulut, Stevanus Vreeke Runtu menyatakan, hal yang perlu diingat bahwa partainya butuh ketua umum yang didukung dan disukai seluruh kader.

"Kami butuh pemimpin yang disenangi rakyat dan didukung seluruh kader Golkar. Pemimpin yang tidak disukai rakyat akan menyulitkan kebangkitan kembali Golkar yang sekarang terpuruk," ujar Vreeke.

Menurutnya, kehadiran pemimpin yang disenangi rakyat sangat penting bagi Golkar. Sebab, selama 1,5 tahun belakangan ini Golkar terpuruk.

Karenanya, Golkar punya waktu singkat untuk menghadapi pilkada serentak 2017 dan pemilu legislatif dan presiden 2019. Jika ketua umum Golkar nanti bukanlah figur yang disukai rakyat, Vreke khawatir partainya bakal semakin terpuruk.

"Kalau pemimpin tidak disukai rakyat, akan menyulitkan Golkar. Apalagi Pemilu 2019 bersamaan pileg dan pilpres. Jika Ketum tidak disukai dan tidak mendukung calon presiden (capres) favorit, Golkar bisa habis," ujarnya.

Karena itu, Golkar Sulut pada musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang rencananya digelar 23 Mei nanti di Bali, tak mau asal pilih calon ketua umum. Sebab, ketua umum yang terpilih harus benar-benar mampu mengembalikan kejayaan Golkar.

“Caranya dengan mendengar rakyat, dekat dengan rakyat dan berjuang bersama mereka. Supaya dekat dengan rakyat, ketum tentu harus disenangi rakyat terlebih dahulu," ujar Vreeke.(gir/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News