JPNN.com

Ketum Organisasi Insinyur Siap Bantu Jokowi Wujudkan Ibu Kota Baru RI

Rabu, 11 September 2019 – 15:15 WIB Ketum Organisasi Insinyur Siap Bantu Jokowi Wujudkan Ibu Kota Baru RI - JPNN.com
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Heru Dewanto pada pembukaan The 37th Conference ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/9). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menyatakan kesiapannya mengawal pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Menurut Heru, PII akan mengerahkan insinyur-insinyur terbaiknya untuk mewujudkan ibu kota baru RI.

Heru menyampaikan hal itu di hadapan Presiden Joko Widodo pada pembukaan The 37th Conference ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/9). "Sebuah kehormatan bagi kami menjadi bagian dari Indonesia yang tengah melaju kencang ini,” ujar Heru.

Chairman ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) itu mengatakan, bagi para insinyur Idonesia, tak ada lagi kebanggaan yang lebih besar saat mereka melihat lompatan negeri ini dalam 5 tahun terakhir. Lebih lanjut Heru mengutip pesan Jokowi tentang Indonesia yang butuh para patriot.

“Itu benar, negeri ini butuh patriot yang siap mewujudkan gagasan-gagasan besar Bapak Presiden. Itulah para insinyur Indonesia, patriot-patriot sesungguhnya di dunia nyata," ucap Heru.

Lebih lanjut Heru mengatakan, para insinyur Indonesia menurutnya hadir di semua lini. Dari pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga mobil listrik dan pemindahan ibu kota ada insinyurnya.

Karena itu Heru menegaskan dukungan PII atas rencana pemerintah memindahkan ibu kota RI. "Para insinyur akan memastikan pusat pemerintahan baru akan menjadi kawasan modern yang cerdas, efisien dan nyaman, senapas dengan cita-cita Indonesia sejahtera dan merata," tegasnya.

Pada kesempatan itu Heru juga menyinggung soal pemberlakuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2019 yang menjadi petuntuk pelaksanaan UU tersebut. Menurutnya, ke depan setiap insinyur yang melakukan praktik keinsinyuran harus disertifikasi dan diregistrasi.

Karena itu PII akan menyusun database keinsinyuran pertama di Indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa. "Tentu nama Bapak Ir Joko Widodo ada di dalamnya, lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya," ucap Heru disambut tawa hadirin di forum itu.(fat/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...