Ketum PHRI Pastikan Siap Penuhi Tantangan Kemenpar 2017

Ketum PHRI Pastikan Siap Penuhi Tantangan Kemenpar 2017
Ilustrasi Foto: Radar Bali/dok.JPNN.com

Pada tahun 2017, PHRI akan mengambil langkah-langkah efektif terutama menggenjot dan bersosialisi kepada Airline di seluruh dunia agar mau menyambangi dan membuka penerbangan ke Indonesia.

”Apalagi Kemenpar mencanangkan Go Digital, tentu dengan cara ini kami juga harus berinovasi. Yang paling efektif adalah kita akan melakukan program dengan Bank untuk mempersiapkan pembayaran wisata bagi Wisman, ini agar semua bisa berjalan lancar. Kita juga akan mensosialisasikan hal ini kepada anggota agar mampu menterjemahkan dengan baik target Kemenpar ini, kalau tidak menerjemahkan dengan baik maka target tidak akan terealisasi,” ujarnya.

Haryadi memaparkan, saat ini jumlah total kamar yang dimiliki adalah 507 ribu kamar, kalau seandainya rata-rata kamar Rp 500 ribu, maka akan ada angka Rp 1,3 Triliun Rupiah uang masuk ke Indonesia.

”Maka angka ini sangat bagus untuk Pariwisata Indonesia. Maka dari itu di tahun 2017 dan 2018 nanti kita semua harus kompak dan mengisi even-even yang bagus, dukungan kami akan tetap kami pegang teguh kepada semua usaha Pariwisata yang ada, dalam arti lain menerima tantangan Kemenpar,”ujarnya.

Salah satu buktinya adalah, PHRI melakukan nota Kosepahaman dengan PT AP II. Nota Kesepahaman tersebut tentang Promosi Pariwisata Indonesia oleh Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dengan Ketua Umum PHRl Hariyadi B. Sukamdani disaksikan oleh Menpar Arief Yahya.

Kata Haryadi, dalam nota kesepahaman tersebut antara lain dilakukan kerjasama pmmosi bersama (joint promotion) untuk mempromosikan pariwisata dan perhotelan Indonesia kepada pasar internasional dan domestik di area 13 bandar udara yang dikelola oleh PT AP II.

”Nota kesepahaman itu poinnya pada pertukaran data dan informasi; peningkatan frekuensi kunjungan wisman (inbound) ke Indonesia khususnya melalui bandara yang dikelola PT AP , serta partisipasi pada event event pawisata dan perhotelan internasional maupun nasional atau domestik,” bebernya.

Haryadi mengatakan, PHRI akan sama-sama berjuang bersama kemenpar. Betapa tidak, karena Perhotelan dan Restoran adalah amenitas, penopang utama destinasi wisata. Dua unit usaha itu berada di bawah koordinasi pariwisata. Karena itu, maju tidaknya pariwisata akan berdampak langsung pada bisnis PHRI.

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani turut gerah dengan tantangan Menpar Arief Yahya, soal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News