Kisah Aminah, ABG yang 'Mendadak' jadi Pria Bernama Arifin

Bertahun-tahun Tersiksa karena Berdandan dan Pakai Rok

Kisah Aminah, ABG yang 'Mendadak' jadi Pria Bernama Arifin
Amin Wahyu Bahtiar yang alat kelaminnya berubah semula perempuan menjadi laki-laki. Wajah Amin terlihat sangar saat ditemui di rumahnya, Dusun Kepoh, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Boyolali, kemarin (4/5). Foto : Gunawan/Radar Solo/JPNN
Tampak dalam ijazah itu, nama Amin masih tercantum Aminah dan berjenis kelamin perempuan. Foto Aminah juga terlihat agak panjang. Lulus SD, Aminah lantas melanjutkan ke MTsN Tinawas, Nogosari. Di sekolah itu, dia pun berperilaku sebagai perempuan. Ke sekolah berjilbab dan berkumpul murid-murid perempuan lain.
 
Surati menceritakan, sebenarnya ketika Amin kelas tiga SD, ada yang aneh pada alat kelaminnya. Saat itu, di antara celah alat kelamin perempuan muncul semacam tonjolan daging menyerupai penis. "Waktu itu saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit di Semarang," cerita ibu dua anak tersebut.

Oleh dokter yang memeriksa, Amin disarankan untuk dioperasi. "Karena biayanya mahal, kami disarankan untuk mengurus surat askes atau jamkesmas untuk minta keringanan biaya," papar perempuan yang sehari-hari membantu suaminya bekerja sebagai pengepul kayu bakar tersebut.

Surati menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah mengurus jamkesmas. Tapi, sampai sekarang surat itu tak kunjung turun.

Saat menunggu kepastian jamkesmas selama bertahun-tahun lamanya itu, terjadi perubahan pada kondisi fisik Aminah. Lambat laun alat kelamin prianya lebih menonjol. Bahkan, dua bulan lalu, alat kelamin pria itu tampak sempurna. "Yang aneh menurut saya, alat kelamin perempuan anak saya seperti nggak ada bekasnya," tegas Surati.

Bersamaan dengan itu, di leher Aminah muncul jakun layaknya seorang pria. Suaranya pun berubah semakin besar. Saat itu Surati dan suaminya kembali memeriksakan anaknya ke dokter di Semarang. Hasilnya, alat kelamin Aminah memang sempurna mengarah ke pria. "Saat itu dia (Aminah) langsung saya khitankan. Namanya kami ganti menjadi Amin Wahyu Bahtiar," jelasnya.

Untuk melengkapi persyaratan administrasi, pihak keluarga mengurus surat penetapan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali. Melalui surat bertanggal 4 April 2011 yang ditandatangani hakim Saiful Anam itu, disebutkan bahwa Aminah yang berjenis kelamin perempuan berubah menjadi pria bernama Amin Wahyu Bahtiar. "Penetapan mengurus perubahan jenis kelamin itu, kami habis sekitar Rp 3 juta," ujar Surati.

Kepada Radar Solo (JPNN Group), Amin menceritakan, sejak duduk di bangku MTsN, dirinya sebenarnya sudah merasakan keanehan. "Saya saat itu sudah merasa sebagai laki-laki. Tapi, karena sejak kecil dianggap perempuan, saya pun terpaksa bertingkah menjadi perempuan. Mulai berdandan, pakai rok, dan pakai pakaian yang serbapanjang. Itu membuat saya tersiksa," ungkapnya. "Saya pun lebih suka bergaul dengan pria, bermain layang-layang dan sepak bola," imbuh murid kelas IX MTsN tersebut.
 
Gara-gara lebih suka bermain dengan pria, oleh teman-temannya, Amin saat itu disebut gadis tomboi. "Saya cuek dengan ejeken itu. Syukurlah, saya sekarang sudah menjadi pria seperti yang saya inginkan," ujarnya.

Meski demikian, dia akan menyimpan semua pakaian perempuannya sebagai kenang-kenangan. Ada kisah menarik setelah Aminah "resmi" menjadi Amin. Saat itu adalah hari pertama Amin kembali ke sekolahnya setelah resmi menjadi pria. "Saat masuk ke sekolah, dia (Amin) dianggap murid baru. Teman-temannya pangling," ungkap Sastro Musrih, 60, kakek Amin. (jpnn/c5/kum)

Sejak lahir dia berjenis kelamin perempuan. Tapi, ketika mulai duduk di bangku MTs (setingkat SMP), dia berubah menjadi pria. Nama pun berganti,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News