Kisah Nyata Sarjana Pendidikan Tidak Ikut Wisuda demi PPG Prajabatan

Kisah Nyata Sarjana Pendidikan Tidak Ikut Wisuda demi PPG Prajabatan
Ama ikut program Kampus Mengajar saat masih kuliah di PGSD UNNES. Foto: Ama for JPNN.com

Ya, Ama mendapat dukungan dari kedua ortu dan kakaknya, untuk fokus dan mengutamakan kuliah PPG Prajabatan.

Ama lolos seleksi calon mahasiswa PPG Prajabatan melalui serangkaian tahapan seleksi. Dia bersyukur karena program PPG Prajabatan yang dia ikuti tidak dipungut biaya. Beasiswa.

Berbeda jika PPG Prajabatan Mandiri yang harus membayar uang kuliah sekira Rp18 juta, Ama hanya membutuhkan biaya hidup selama kost 1 tahun di Surakarta.

Program PPG Dipertanyakan

PPG Prajabatan ialah program pendidikan profesi untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru, profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat.

Dijelaskan bahwa PPG Prajabatan diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan maupun Diploma IV baik dari jurusan pendidikan maupun non-kependidikan bagi calon guru untuk mendapat sertifikat pendidik.

“Perjalanan menjadi Generasi Baru Guru Indonesia dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Profesi Guru selama dua semester yang terdiri dari perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan, dan pendampingan,” demikian dikutip dari situs resmi kemendikbudristek.

Nah, program PPG Prajabatan ini mendapat sorotan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri pada Senin (27/11) mengatakan, PPG sebaiknya melalui pola concurent teacher education yaitu pendidikan profesi guru yang menyatu dengan kuliah reguler agar efektif dari sisi waktu dan anggaran. (sam/jpnn)

Berikut ini kisah nyata seorang sarjana Pendidikan PGSD UNNES yang rela tidak ikut wisuda demi ikut PPG Prajabatan di UNS.


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News