Kisah Pendek Perjuangan Menghidupkan Kembali Musik Rock dan Metal

Kisah Pendek Perjuangan Menghidupkan Kembali Musik Rock dan Metal
Drummer KOIL Leon (kiri), Bassis The S.I.G.I.T Adit, Inisiator Sonicfair Krisna Sadrach dan Gitaris Rosemary Indra Gatot saat konferensi pers Magnitude Sonicfair Bandung 2015 di Myloc Coffee & Bistro, Jalan Braga, Kota Bandung. Foto: Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres

"Magnitude Sonicfair mendorong kemampuan diri mereka untuk menghasilkan karya gemilang,” tambahnya. 

Dan memang tidak sembarangan. Musisi yang ikut andil memanaskan pesta akhir tahun 2015 pun bertabur bintang. Sebut saja The S.I.G.I.T, Rosemary, Koil, Don Lego, Alone At Last, Mesin Tempur, Taring, Revenge The Fate, Eyefeelsix, Godless Symtomp dan lain sebagainya. 

Nah, khusus di Bandung, Sonicfair juga menghadirkan perform dari Abigal Williams, band black metal asal Arizona, Amerika Serikat. “Semangat indie di Bandung tidak pernah pudar. Mereka masih ada,” tuturnya. 

Di samping menghadirkan sederet musisi papan atas, Sonicfair juga merangkul band-band baru untuk menitipjualkan beberapa merchandise untuk dijual di lokasi atau pun di luar kota, putaran lain.

Krisna tidak memungkiri juga Sonicfair tidak sekeras seperti festival sejenis yang menampilkan perform dari musisi yang pure metal. ”Harapannya memang semua yang menonton bisa menikmati, tidak hanya khusus fan friend dari satu band,” ungkapnya.

Widhi Wahyuwidodo, PR Imogen Revision Live Entertainment menambahkan, gelaran tersebut merupakan upaya memelihara musik rock dan metal.

"Para pelakunya memang orang lama, tapi saat ini pengemasannya berbeda. Salah satunya dengan penurunan grade musik, dengan harapan bisa merangkul penikmat musik baru,” tandasnya. (rie/adk/jpnn)

SEIRING berjalannya waktu, musik rock dan metal di Tanah Air mulai menurun, sepi. Dua genre itu seakan hanya bisa bertahan di komunitasnya masing-masing.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News