Kisah Proses Operasi Tumor Otak Meningioma Selama 25 Jam

Dokter Hanya Izin Keluar untuk Salat

Kisah Proses Operasi Tumor Otak Meningioma Selama 25 Jam
PEMULIHAN: Kartini yang masih di ICU GBPT RSUD dr Soetomo. Dia adalah seorang pasien tumor meningioma yang menjalani operasi terlama, yaitu 25 jam. Foto: Dimas Alif/Jawa Pos/JPNN.com

Menurut Arifin, tumor yang membesar sudah menekan bagian klinoid yang dekat dengan mata. Dengan begitu, penglihatan pasien berkurang.

Karena itu juga, operasi yang dilakukan tidak bisa dengan cara minimal invasive (sayatan minim). Operasi yang dilakukan tetap operasi besar dengan membuka otak pasien. ’’Tapi, tumor sudah terangkat 100 persen, dan karena jinak, tidak perlu diradiasi dan kemoterapi. Semoga perlahan penglihatannya juga akan sembuh,’’ ucapnya.

Kasus tumor meningioma yang juga biasa dikenal sebagai tumor otak jinak memang sering diderita perempuan paro baya. Namun, tidak semua kasusnya sulit dalam masa operasi seperti yang dialami Kartini.

Dia didiagnosis mengidap penyakit tumor meningioma saat sudah komplikasi pada organ lain, yaitu mata.

Menurut anak pertama Kartini, Anik, sang ibu sebelumnya tidak pernah mengeluh nyeri kepala yang selama ini menjadi gejala utama penyakit tumor meningioma.

Gejala yang dikeluhkan pada awal tahun ini adalah matanya yang buram. ’’Penglihatannya kian menurun,’’ ucap warga Banyuwangi tersebut.

Januari lalu Kartini memeriksakan matanya di salah satu rumah sakit mata swasta di Surabaya. Dia malah didiagnosis saraf mata kering.

Namun, selama masa pengobatan, matanya tak kunjung membaik. Dia pun memutuskan untuk menjalani pengobatan tradisional. Karena juga tak kunjung sembuh, Kartini memutuskan untuk berobat di salah satu rumah sakit di Banyuwangi.

JANGAN abaikan rasa nyeri yang menyerang kepala Anda. Apalagi bila kualitas dan intensitasnya terus meningkat. Sebab, bisa jadi itu merupakan gejala

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News