Kamis, 15 November 2018 – 17:18 WIB

Kisah Sukses Kris Bangun Brand Uttara

Selasa, 30 Oktober 2018 – 05:44 WIB
Kisah Sukses Kris Bangun Brand Uttara - JPNN.COM

jpnn.com - From hobby to money. Kiasan itu yang nampaknya sesuai dengan jalan hidup Kris Samuel. Hobinya bertualang telah membuka peluang baginya merintis bisnis perlengkapan outdoor Uttara. Dia menyasar pemula dengan menawarkan harga lebih rendah daripada kompetitor.

Kris Samuel begitu gemar naik gunung dan kamping. Namun, keterbatasan dana mendorong pria 28 tahun tersebut melakoni hal yang bisa menghasilkan uang sekaligus menyalurkan hobi. Dia pun memilihmen jadi tourguide.

Pada 2016, dia mengadakan open trip tur ke Pahawang, Lampung. ''Ternyata over kuota. Tidak mendapat tempat tidur di dalam tenda,'' tuturnya saat ditemui Jawa Pos di Bandung beberapa waktu lalu. Kris lalu berpikir untuk membuat satu hammock yang dipakai sendiri. Tidur di antara pohon kelapa saat mengantar peserta tur ke pantai maupun gunung.

Rupanya, inisiatifnya itu membuat beberapa peserta tur dan komunitas tertarik dan memesan. Apa lagi, cara pemakaian hammock cukup sederhana. Ujung hammock tinggal disimpul, lalu di tarik sekuat tenaga. Begitu di timpa beban yang besar, bebannya terbagi rata. Hammock tersebut memiliki kemampuan maksimal beban 300 kilogram. ''Saya juga bikin video tutorial,'' ujar penyuka warna biru itu.

Barang yang pertama diproduksi Kris saat mendirikan Uttara pada Januari 2016 adalah hammock berukuran 270 x 150 cm. Harganya Rp 110 ribu. Target pasar yang di bidik adalah pemula yang baru menyukai kegiatan outdoor. Sebab, harga hammock Uttara relatif lebih murah jika diban dingkan dengan kompetitor.

Meski demikian, Kris juga akan menyiapkan produk untuk konsumen yang siap naik kelas dan membeli hammock berukuran lebih besar.

Usaha konveksi keluarganya yang memproduksi pakaian anak-anak turut membantu bisnis hammock milik Kris. ''Saya buat brand saja agar lebih serius berbisnis,'' ujar alumnus Universitas Maranatha Bandung itu. Mengenai pemilihan nama Uttara, dia menyebut dalam bahasa Sansekerta bisa berarti utara. Itu bisa dimaknai arahan bagi traveler saat mengarungi alam bebas.

Sukses dengan hammock, pria kelahiran Bandung itu melebarkan sayap dengan memproduksi perlengkapan outdoor lain. Diantaranya, tas ransel (daypack), kasur angin, flying sheet camping, sling bag (tas selempang), tas messenger, matras angin (sleeping pad), stand hammock berbahan besi, jaket, dan easy pack. Rentang harga semua produk Uttara mulai Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu.

Dia menjelaskan, semua ide pengembangan produk Uttara bermula dari kebutuhan saat berpergian diluar ruangan. Terutama alam bebas.

Kris telah menguji ketahanan produknya bersama dengan komunitas hammocking. Kala itu Kris memberikan hammock gratis untuk diuji kekuatannya. Uttara juga kerap menjadi sponsor dalam komunitas-komunitas pencinta outdoor. Dengan begitu, nama Uttara makin dikenal. ''Harus nempel sama komunitas,'' tandas nya.

Selain lewat komunitas, Kris memasarkan produk Uttara di toko perlengkapan outdoor terbesar di Bandung, Kawani. Namun, tidak mudah untuk bisa masuk kesana. Butuh tiga hingga lima kali datang ke tempat tersebut agar bisa bertemu langsung dengan pemilik toko.

Meski sudah bertemu dengan pemilik toko pun, tidak otomatis produk Uttara diterima. Produk buatan Kris terlebih dahulu dibandingkan dengan produk yang lain. Diuji coba mulai kualitas hingga harga.

Produk Kris kini bersebar di toko-toko outdoor di berbagai kota. Mulai Medan hingga Sorong, Papua. Kris juga mulai gencar berpromosi melalui jalur online untuk membangun brand dan menjangkau pasar nontraveler. Dia bekerja sama dengan sejumlah e-commerce, bahkan menjadi pemenang dalam The Big Start 2017 Bibli.com. Tidak hanya pasar domestik, Uttara telah masuk ke pasar Singapura dan Malaysia. (Virdita Rizki Ratriani/c4/fal)

SHARES
TAGS   berbisnis
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar