KKP Maksimalkan Industri Patin Lewat Pemanfaatan ICS

KKP Maksimalkan Industri Patin Lewat Pemanfaatan ICS
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Efendi Hardijanto. Foto dok humas KKP

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Efendi Hardijanto mengatakan, potensi pasar ikan patin Amerika dan Eropa terbuka lebar.

Karena itu, pihaknya ingin memaksimalkan pemanfaatan Integrated Cold Storage (ICS) untuk mendongkrak industrialisasi ikan patin nasional.

“Pangsa pasar ikan patin Amerika dan Eropa besar. Dan saat ini pasar itu kosong karena mulai ditinggalkan oleh Vietnam. Makanya ini potensi besar bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan itu,” kata Rifky di Jakarta.

20 tahun yang lalu Vietnam mencanangkan menjadi produsen patin dunia, yang mampu mengisi pasar patin dunia. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, Vietnam tidak menjaga kualitas maka dari itu pasar Amerika dan Eropa tidak lagi impor patin dari Vietnam.

“Tentu saja ini peluang buat Indonesia, untuk garap pasar Amerika dan Eropa,” tambahnya.

Produksi patin berdasarkan per tahunnya, Vietnam mampu memproduksi patin sebanyak 1,195 juta ton, sedangkan Indonesia baru 437 ribu juta ton. Dan ekspor patin nasional memang belum terlalu tinggi karena untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

“Makanya ke depan bukan hanya kita produksi untuk konsumsi dalam negeri saja, tapi lebih kita tingkatkan lagi yang berorientasi untuk ekspor,” ujarnya.

Untuk bisa masuk ekspor tentu saja, langkah yang harus ditempuh selain produksi yaitu industrinya. Maka dari itu, pibaknya akan memanfaatkan ICS. Karena dengan ICS, ada prosesing, cold storagenya, sehingga keluar dari ICS bisa langsung di ekspor.

KKP ingin memaksimalkan pemanfaatan Integrated Cold Storage (ICS) untuk mendongkrak industrialisasi ikan patin nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News