JPNN.com

Konflik Keluarga jadi Tantangan Berat Bagi Pemain Kopi Lokal

Selasa, 20 Agustus 2019 – 20:22 WIB Konflik Keluarga jadi Tantangan Berat Bagi Pemain Kopi Lokal - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tantangan berat tampaknya masih harus dihadapi para pemain kopi lokal. Kini, mayoritas produsen kopi tengah dinakhodai generasi kedua dari era para pendiri perusahaan.

Sebut saja kopi merek AAA, yang diproduksi Perusahaan bernama NEFO. Bagi yang ke Jambi dan sekitarnya, akan banyak menemukan kopi kemasan berlogo AAA yang menyerupai barisan gunung tersebut.

Atau bagi yang baru menemukan kopi khas Jambi itu, sebentar akan terkejut dengan nama perusahaan produsen, NEFO. Mirip-mirip singkatan New Emerging Force (NEFO), yaitu organisasi negara eks jajahan yang digagas Soekarno era lampau.

Sesungguhnya tak ada kaitan keduanya. Kopi merek AAA itu dirintis Bapak Hidayat pada 1965. Sedangkan logo merek AAA, diartikan sebagai harapan Hidayat terhadap ketiga anaknya yang kelak mengembangkan bisnis kopi tersebut.

Namun hingga kini, persebaran kopi merek AAA tidak meluas. Bagi siapapun penikmat kopi merek ini, harus memburunya hingga ke Sumatera. Beda hal dengan Mayora Group yang telah memperkenalkan merek Torabika secara nasional. Mayora mengklaim telah menguasai 50 persen penjualan kopi domestik, bersaing ketat dengan Kapal Api Group.

Menurut Pakar Teknologi Pangan Universitas Sahid Giyatmi Irianto, pasar kopi di Indonesia sangat khas, terutama yang merupakan industri skala besar. Dia menyimpulkan, persaingan ketat berlaku pada industri yang telah tumbuh sejak zaman kolonial tersebut.

Dengan kekhasan tersebut, sukar bagi pemain lain bertarung di pasar domestik. Terlebih lagi, konsumen lokal telah lekat dengan merek tertentu.

Keunikan lainnya, jelas Giyatmi, yaitu metode kopi bubuk campur jagung. Metode tersebut, lanjutnya, merupakan hal lumrah di industri pangan apapun, sebagaimana saus tomat bahan ketela singkong dan ubi jalar.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...