JPNN.com

KPK Beber Cela Irjen Firli, Ini Rincian Kasusnya

Kamis, 12 September 2019 – 06:37 WIB KPK Beber Cela Irjen Firli, Ini Rincian Kasusnya - JPNN.com
Salah satu capim KPK Irjen Firli Bahuri (kiri). Foto: Fathra/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap cela Irjen Firli Bahuri yang pernah menjadi deputi penindakan di lembaga antirasuah itu. Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, lembaganya pernah melakukan pemeriksaan etik terhadap Firli terkait dugaan pelanggaran berat.

Saut mengatakan, Firli semasa menjabat Deputi Penindakan KPK pernah melakukan pertemuan dengan M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) pada Mei 2018. Saat itu TGB masih menjadi Gubernur NTB, sedangkan KPK tengah mengusut dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Pertemuan antara Firli dengan TGB menjadi catatan Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) KPK. "Perlu kami sampaikan hasil pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat ," ujar Saut dalam jumpa pers di KPK, Rabu (12/9).

Penasihat KPK Muhammad Tsani Annafari yang hadir dalam jumpa pers itu menjelaskan, komisi pimpinan Agus Rahardjo itu memulai penyelidikan kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara pada 2 Mei 2018. Posisi TGB adalah salah satu saksi.

Namun, Firli bertemu TGB pertama kali saat sama-sama menghadiri Harlah ke-84 GP Ansor di Lombok Tengah, NTB pada 12 Mei 2018. Tsani menyebut TGB dan Firli tampak akrab dan duduk berdekatan pada acara itu.

Firli, kata Tsani, juga menyampaikan kata sambutan pada acara itu. “Panitia menyebutkan (Firli, red) sebagai Deputi Penindakan KPK," kata Tsani.

Adapun pertemuan kedua terjadi keesokan harinya saat acara pertandingan tenis yang digelar Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, NTB. Lagi-lagi Firli yang pernah menjadi kapolda NTB tampak akrab dengan TGB di lapangan tenis.

Namun, bukan itu saja daftar cela Firli menurut KPK. Sebab, Firli juga pernah melakukan pertemuan dengan pihak yang tengah berurusan dengan KPK terkait kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menjerat pegawai Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...