Kritisi Keputusan Jokowi Tunjuk Nadiem, Fadli Zon Sebut Pendidikan Jadi Arena Uji Coba

Kritisi Keputusan Jokowi Tunjuk Nadiem, Fadli Zon Sebut Pendidikan Jadi Arena Uji Coba
Fadli Zon. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR Fadli Zon yang dikenal vokal bersuara soal masih bergulirnya polemik soal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Nadiem Makarim menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud). Politikus Gerindra itu mengatakan, rekam jejak Nadiem memang terus jadi pertanyaan.

Fadli menuturkan, pendidikan adalah pilar kebangsaan. Para pendiri bangsa seperti Tan Malaka, Ki Hadjar Dewantara, hingga Soekarno, Moh Hatta dan Sjahrir juga memulai perjuangan mereka melalui lembaga pendidikan.

“Salah satu cara menaklukan sebuah bangsa adalah menguasai pendidikannya. Begitu juga, pendidikan adalah sarana mencerahkan dan menyadarkan sebuah bangsa untuk bangkit dan merdeka,” ujar Fadli melalui pesan singkat, Jumat (8/11).

Oleh karena itu Fadli menegaskan, pendidikan harus diposisikan sebagai sektor vital dan strategis. Jika pemerintah mau memprioritaskan sumber daya manusia, maka pendidikan adalah kuncinya.

“Dengan latar belakang itu, saya bisa memahami kenapa penunjukkan Saudara Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan masih diwarnai tanda tanya hingga hari ini. Sebagai urusan vital, sangat pantas jika publik berharap bidang ini dipimpin oleh orang-orang tepat dan mumpuni,” tutur Fadli.

Fadli menegaskan, Nadiem tak punya jejak di bidang pendidikan. Latar belakangnya pun bukan dari profesi pendidik.

“Meskipun ia sukses di bidang lain, namun profesinya tak berkaitan langsung dengan bidang pendidikan,” ujar wakil ketua umum Gerindra itu.

Wakil ketua DPR 2014-2019 itu pun menduga pemerintah cenderung menjadikan pendidikan sebagai arena uji coba kebijakan. Uji coba kebijakan itu tak hanya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga para pendahulunya.

Fadli Zon menyebut Nadiem Makarim tak punya jejak di bidang pendidikan. Latar belakangnya pun bukan dari profesi pendidik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News