Kuat Diterjang Badai Covid-19, Industri Pertanian Wajib Masuk Radar Investor

Kuat Diterjang Badai Covid-19, Industri Pertanian Wajib Masuk Radar Investor
Diskusi virtual bertema Potensi Industri Pertanian di Pusaran Pasar Modal yang digelar Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis (2/12). Foto: tangkapan layar Zoom

Oleh karena itu, pentingnya menjaga produktivitas pertanian dan tata kelola lahan.

Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memberikan pandangannya bahwa diperlukan juga peningkatan kompetensi para petani dan penyuluh serta kelembagaan pertanian.

Ia mencontohkan Program Makmur milik Pupuk Kaltim yang telah berhasil meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas pertanian di Indonesia.

“Program Makmur yang diinisiasi Pupuk Kaltim bisa menjadi contoh untuk meningkatkan produktivitas pertanian karena telah berhasil meningkatkan produktivitas di berbagai komoditas, utamanya padi dan jagung dengan produktivitas mencapai 140%-145%,” ujarnya.

Dengan meningkatnya produktivitas, maka performa perusahaan di sektor pertanian akan semakin dilirik oleh pegiat saham di pasar modal.

Hal ini akan semakin memperkuat ketertarikan publik terhadap saham-saham dari industri pertanian.

Dari sisi potensi investasi, Bhima menilai sektor pertanian memiliki prospek yang cerah khususnya di pasar saham.

“Jelas bahwa sektor pertanian tidak kalah menarik dibanding sektor yang sedang booming seperti e-commerce dan digitalisasi di sektor keuangan. Buktinya emiten-emiten saham berbasis komoditas pertanian dan perkebunan tercatat mengalami kenaikan yang signifikan selama masa pandemi," jelas Bhima. (dil/jpnn)

Industri pertanian di tengah pandemi Covid-19 terus bertumbuh tak seperti jenis usaha lainnya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News