JPNN.com

Kunjungi PLTU Indramayu, Defy Indiyanto Pastikan Stok Batu Bara Aman

Jumat, 19 Februari 2021 – 16:55 WIB
Kunjungi PLTU Indramayu, Defy Indiyanto Pastikan Stok Batu Bara Aman - JPNN.com
Rombongan Dekom PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) saat melakukan kunjungan kerja ke PLTU Indramayu yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Kamis (18/2/2021). Foto: Dok. PJB

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Komisaris (Dekom) PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Defy Indiyanto Budiarto memastikan bahwa stok batu bara sebagai bahan bakar PLTU Indramayu aman.

Kepastian itu setelah dirinya melakukan kunjungan kerja yang juga diikuti Dekom lainnya, Benny Marbun, ke PLTU yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Kamis (18/2/2021).

“Saya melihat langsung tongkang-tongkang yang mengangkut batu bara sudah mulai berdatangan. Bahkan, hari ini sudah dua tongkang lagi proses mau selesai unloading dan di belakangnya masih ada sekitar 5-6 tongkang yang mengantre,” ujar Defy, Jumat (19/2/2021).

Dia mengakui bahwa sebelumnya memang di beberapa unit PJBmengalami kekurangan stok batubara. Bahkan, di PLTU Indramayu, stok batubara sempat hanya cukup untuk dua hari. Hal tersebut terjadi salah satunya karena terkendala faktor cuaca.

Defy juga mengapresiasi Unit PLTU Indramayu yang sudah menjalankan arahan Menteri BUMN Erick Thohir terkait nilai – nilai utama (core values) perusahaan, yakni AKHLAK, akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis,Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

”Perihal ”AKHLAK” ini saya lihat selain sudah dijalankan, slogannya juga tertempel sangat besar di gedung,”tuturnya.

Sementara itu, General Manager UBJOM Indramayu, Ubaedi Susanto menjelaskan, dari tahun ke tahun kinerja operasi PLTU Indramayu mengalami peningkatan. Bahkan, di tengah krisis yang terjadi sepanjang 2020, operasi perusahaan tetap dapat dipertahankan.

Pada 2020, PLTU Indramayu memproduksi energi listrik sebesar 6.778,36 GwWH dengan CF sebesar 80,71, EFOR sebesar 2,00, dan EAF sebesar 93,82. Indikator kinerja tersebut lebih baik dibandingkan rencana di dalam RKAP 2020.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...