Lawan Perubahan Iklim, Generasi Muda Harus jadi Aktor Utama Melindungi Bumi

Lawan Perubahan Iklim, Generasi Muda Harus jadi Aktor Utama Melindungi Bumi
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: sazp.sk

Menurut data yang dikeluarkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), total sumber daya panas bumi di Jabar sebesar 5.411 MW.

Total sumber daya ini hampir 40% dari total sumber daya nasional.

PLTA di Indonesia juga memiliki potensi yang besar. PLTA Kayan di Kalimantan Utara sebagai contoh memiliki kapasitas 9.000 MW.

Sedangkan PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berkapasitas 510 MW.

"Dan ini akan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 1,6 juta ton per tahun atau setara dengan kemampuan 12 juta pohon menyerap karbon," kata Luh Nyoman Puspa Dewi, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM.

Peralihan (transisi) dari energi fosil sambung Puspa, banyak menghasilkan karbon ke energi terbarukan yang lebih bersih sangat penting untuk upaya mitigasi perubahan iklim.

Perubahan iklim dipicu oleh peningkatan emisi karbon di bumi.

Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Paris Agrement pada 2015 telah menyepakati perlunya pembangunan berkelanjutan dengan salah satunya mengadopsi kebijakan transisi energi.

Dalam upaya melawan perubahan iklim, generasi muda seperti mahasiswa harus menjadi aktor utama karena mereka yang akan paling merasakan dampak perubahan iklim di masa depan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News