Letjen Dudung Punya Maksud Baik, Tamliha: Jangan Bicara kalau Bukan Ahlinya

Letjen Dudung Punya Maksud Baik, Tamliha: Jangan Bicara kalau Bukan Ahlinya
Syaifullah Tamliha mengomentari pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 itu menjelaskan bahwa ucapannya ditujukan untuk internal Kostrad.

Dia berharap dengan ucapan tersebut membuat prajurit mengedepankan toleransi antarumat beragama.

Selain itu, eks Pangdam Jaya itu menyebut ucapannya dalam bingkai kebangsaan. Setidaknya demi memastikan para prajurit Kostrad tidak terjerembap fanatisme berlebihan.

"Semata-mata untuk menjaga toleransi antar-umat beragama. Sekaligus menciptakan kerukunan antar-umat beragama demi soliditas anggota Kostrad," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9).

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaifullah Tamliha pun menyambut positif penjelasan Letjen Dudung setelah alumnus Akademi Militer 1988 itu berbicara tentang semua agama benar di mata Tuhan.

Namun, Tamliha mengingatkan bahwa Letjen Dudung harus bijaksana ketika melontarkan pernyataan. Setidaknya demi memastikan agar pernyataan eks Pangdam Jaya tidak menuai polemik.

Sebab, kata Tamliha, pimpinan di TNI harus profesional dalam berucap dan bertindak. Di sisi lain, tidak ada konstitusi negara yang menyatakan semua agama sama di depan Tuhan.

"Lain kali beliau hati-hati dalam bertutur kata. Jangan bicara kalau bukan ahlinya," ungkap legislator daerah pemilihan Kalimantan Selatan I itu. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman soal semua agama benar di mata Tuhan menuai kontroversi.


Redaktur : Soetomo
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News