Lihat Itu Kondisi Makam Ulama Syekh Abu Hamid, Lantainya Ambles Digerus Abrasi

Lihat Itu Kondisi Makam Ulama Syekh Abu Hamid, Lantainya Ambles Digerus Abrasi
Tangkapan layar, insert foto (kiri bawah) kondisi kubah makam Syekh Abu Hamid pada Sabtu (10/7/2021), dibandingkan kondisi saat ini atau setelah satu bulan lebih. Foto: ANTARA/dokumen

jpnn.com, SAMPIT - Makam Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjari, ulama asal Kalimantan Selatan di Pantai Ujung Pandaran Kotawaringin Timur, keberadaannya terancam akibat abrasi yang terus menggerus pantai tersebut.

Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor mengatakan pemkab siap membantu penanganan makam ulama tersebut. Namun masih menunggu keputusan zuriat atau keluarga ulama.

"Semua itu keputusan ada yayasan zuriat. Mereka yang memutuskan dipindah atau tidak. Ini makam ulama. Kita tidak tahu di makam itu sekarang ada jasadnya atau tidak. Kalau mereka meminta merelokasi maka kita akan bantu," kata Halikinnor didampingi Wakil Bupati Irawati di Sampit, Rabu (18/8).

Pantai Ujung Pandaran yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit merupakan objek wisata alam andalan Kotawaringin Timur karena pemandangannya yang indah.

Di arah timur pantai itu terdapat kubah yang merupakan makam seorang ulama bernama Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjari.

Syekh Abu Hamid adalah buyut dari ulama terkenal di Kalimantan Selatan yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, dikenal luas dengan kitab karangannya berjudul Sabilal Muhtadin yang hingga kini banyak digunakan di sejumlah negara.

Kubah itu menjadi objek wisata religi dan banyak didatangi peziarah dari luar daerah. Namun kini keberadaannya terancam akibat abrasi yang terus menggerus pantai tersebut.

Jalan menuju kubah sudah terputus oleh abrasi sehingga peziarah harus menggunakan perahu motor.

Makam ulama Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjari di Kotawaringin Timur kondisinya memprihatinkan akibat abrasi yang menggerus pantai.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News