Luhut Binsar Berbagi Kabar Buruk soal Varian Omicron, Lantas Bertitah Begini

Luhut Binsar Berbagi Kabar Buruk soal Varian Omicron, Lantas Bertitah Begini
Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan berbagi kabar buruk soal varian Omicron dan menyampaikan langkah pemerintah dalam penanganannya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan menyampaikan respons cepat atas merebaknya varian Covid-19, Omicron.

Koordinator PPKM Jawa Bali itu menyebut varian tersebut mengandung 50 mutasi yang memengaruhi kecepatan penularan.

Pemerintah pun mendeteksi kemampuan Omicron untuk menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin.

"Tetapi, ini semua masih terus dipelajari oleh para ahli. WHO telah meningkatkan status varian tersebut menjadi variant of concern (varian yang mengkhawatirkan) dan memberikan nama varian baru tersebut sebagai varian Omicron," beber Luhut dalam jumpa pers Respons Pemerintah Dalam Menghadapi Varian Omicron, Minggu (28/11).

Luhut menjelaskan hingga saat ini ada 13 negara yang mengumumkan sudah mendeteksi (confirmed dan probable cases) Varian Omicron.

Eks Menko Polhukam itu memerinci negara itu adalah Afrika Selatan dan Botswana, Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia dan Hong Kong.

"Melihat distribusi negara-negara tersebut, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Varian Omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara,” tegas Menko Luhut.

Luhut pun mengumumkan beberapa kebijakan penting dari pemerintah untuk menghalau Omicron yang dirangkum ke dalam empat poin utama.

Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan berbagi kabar buruk soal varian Omicron dan menyampaikan langkah pemerintah dalam penanganannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News