Luhut Pantau Gunung Agung Bali via Video Conference

Luhut Pantau Gunung Agung Bali via Video Conference
Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin Rapat Koordinasi di tanggap darurat di Command Center Kemenhub, Selasa 28 November 2017. Foto: facebook Luhut Binsar Panjaitan

Sementara Direktur Operasional Basarnas menjelaskan, pihaknya akan melakukan penanganan terhadap pengungsi dan akan mendatangkan personel tambahan dari Surabaya, Semarang, Bandung, Mataram. Basarnas juga telah mengevakuasi 52 orang yang sempat tidak mau turun.

Menpar Arief Yahya meminta kepada Airlines agar berempati dengan situasi darurat erupsi. “Jangan ada cancellation fee, hapus ticket refund 10%, dan reschedule fee,” kata Menpar Arief.

Dia mengapresiasi industri akomodasi, hotel, dan resort yang membebaskan biaya saat hari pertama dan kedua cancellation. Dia juga memuji industri yang kompak untuk memasang diskon lebih dari 50% di hari berikutnya. “Terima kasih atas kerjasamanya. Pak Gubernur juga sudah mengeluarkan himbauan, dan itu sangat bagus buat masa depan pariwisata Bali,” katanya.

Menpar Arief juga mengingatkan soal pengurusan perpanjangan Visa, pelayanan visa pass untuk 1 minggu, dan apabila wisman perlu lebih lama stay di Bali maka harus ke kantor imigrasi untuk mengurus.

Lalu soal transportasi, Menpar Arief juga meminta agar Kemenhub dan Dishub bertanggung jawab atas wisatawan. Sediakan lebih banyak bus dan transportasi alternatif lainnya via darat, laut dan udara (bandara terdekat) agar wisman lebih mudah jika ingin segera keluar dari Bali.(jpnn)


Erupsi Gunung Agung terus dipantau detik demi detik, menit demi menit.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News