Senin, 25 September 2017 – 05:48 WIB

Mabes Polri Selidiki Oknum Polisi Penganiaya Putra Jeremy Thomas

Senin, 17 Juli 2017 – 20:30 WIB
Mabes Polri Selidiki Oknum Polisi Penganiaya Putra Jeremy Thomas - JPNN.COM

Kombes Martinus Sitompul. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aktor senior Jeremy Thomas melaporkan tindak penganiayaan dan pengeroyokan sejumlah oknum Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta terhadap anaknya, Axel Mathew ke Propam Polri.

Mabes Polri memastikan akan memproses laporan itu dengan profesional dan objektif.

"Kami terima laporan tersebut dan kemudian akan dilakukan penelitian penelusuran dan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Selasa (17/7).

Martinus mengaku belum bisa menyimpulkan apakah tindakan anak buahnya itu melanggar aturan dalam operasi penangkapan. Sebelum hasil penyelidikan keluar, kata Martinus, dirinya tidak bisa berbicara banyak.

"Apakah prosedural atau tidak, ini masih didalami. Kalau sesuai dengan prosedur, berarti anggota tersebut bisa dikatakan benar dan tetap. Namun bila ada pelanggaran-pelanggaran? terhadap ketentuan prosedur yang ada, maka akan dikenai ketentuan internal apakah itu ketentuan kode etik ataupun disiplin Polri," kata Martinus.

Sementara itu, kata Martinus, sejauh ini sudah enam orang yang diamankan terkait narkoba Happy Five (H5) dari Malaysia yang dibawa bandar berinisial JV. Penyidik, kata Martinus, terus mengembangkan kepada siapa saja H5 sebanyak 1.118 butir ini dipesan.

"Daftar pemesan Happy Five ini, sudah dimiliki anggota Polri. (Kemudian) ada beberapa daftar yang melakukan transaksi pembelian bahkan sudah mengirim uang melalui transfer bank, yang kemudian ini tentu akan terus dikembangkan," kata Martinus.

Sebelumnya diketahui, ayah Axel, Jeremy melaporkan tindak penganiayaan anaknya ke Propam Polri, Senin (17/7). Jeremy mengklaim bahwa anaknya dijebak dan dianiaya oleh oknum polisi guna mengakui kepemilikan H5 tersebut.

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini