Made Wirawan Pernah Dibayar Rp 5 Ribu

jpnn.com - BANDUNG - Penjaga gawang nomor satu Persib Bandung, I Made Wirawan mengaku tak mengira bakal berkancah di dunia persepakbolaan seperti saat ini.
Padahal, meniti karir di dunia sepakbola bukanlah hal yang dicita-citakan oleh kiper asal Bali itu. Namun memang, sedari kecil, dia mengaku tidak bisa jauh dari olahraga yang sangat populer di dunia ini.
Sembari tersenyum Made menceritakan jika dalam kiprahnya di dunia sepakbola sempat hanya mendapatkan upah Rp 5 ribu. Tepatnya, saat dia masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Siapa sangka jika Made kini bisa menjadi kiper nomor wahid di Persib Bandung, bahkan menyandang status sebagai kiper Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
"Enggak terbayang saja bisa menjadi seorang pemain sepak bola seperti ini. Apalagi bisa bermain di Persib dan Timnas. Pertama main waktu SMP, beres main langsung dibayar Rp 5 ribu," ungkap Made saat dihubungi via ponselnya, kemarin.
Made mengungkapkan, moment terindah selama menjadi kiper saat berhasil mematahkan peluang yang 90 persen seharusnya menjadi gol. Aksi penyelamatan gawang dari kebobolan menjadi hal yang tak dapat dilupakan pemain kelahiran Gianyar 12 Januari 1981 itu.
"Moment yang tidak bisa terlupakan saat menggagalkan peluang 90 persen gol. Aksi penyelamatan menjadi moment terindah bagi setiap penjaga gawang," tuturnya.
Seperti yang diketahui, Made saat ini berposisi sebagai kiper, namun siapa sangka jika eks pemain Persiba Balikpapan ini mengawali karirnya justru dengan diplot sebagai striker. Barulah setelah terlibat dengan salah satu klub semi profesional, Made lantas menempati posisi penjaga gawang.
BANDUNG - Penjaga gawang nomor satu Persib Bandung, I Made Wirawan mengaku tak mengira bakal berkancah di dunia persepakbolaan seperti saat ini.
- Di Ambang Juara Liga 1, Persib Dapat Kabar Baik Bertubi-tubi
- Intanon Bikin Kejutan di Sudirman Cup 2025, Lihat Klasemen
- Barcelona Vs Inter 3-3: Pemain Seperti Ini Lahir Setiap 50 Tahun
- PSM Gugur di Semifinal ACC, Liga 1 tak Punya Taring di ASEAN
- Barcelona vs Inter Milan: Blaugrana Masih Dibayangi Trauma 15 Tahun Lalu
- Ganda Campuran Masih Kurang Memuaskan, PBSI Coba Formula Rinov/Gloria Lawan Denmark