Mahasiswa Universitas Al Azhar Dikabarkan Meninggal Pascademo, Ini Klarifikasi Rektor

Mahasiswa Universitas Al Azhar Dikabarkan Meninggal Pascademo, Ini Klarifikasi Rektor
Petugas keamanan saat bentrok dengan massa aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Faisal Amir mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia dikabarkan meninggal dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Selasa (24/9).

Faisal dikabarkan meninggal karena pecah tengkorak kepalanya dan tulang bahu hancur diduga kena pukulan benda keras aparat kepolisian.

Faisal disebut kena hantaman aparat karena melindungi kawan-kawannya di lapangan. Aparat yang beringas telah memukuli dengan sangat kejam, membuat kepala retak dan bengkak di bahu yang juga akan dibedah Selasa (24/9).

"Mohon doa agar Faisal Amir berhasil ditangani dokter di RS Pelni Petamburan Jakarta. Mohon doakan juga siapa saja yang bertindak dan terlibat dalam penzaliman ini dapat hukuman baik di dunia dan di akhirat nanti,".

Pesan yang mengatasnamakan Buya Ermas Andico S (paman) dan Bunda Asma Ratu Agung (ibu kandungnya) tersebut langsung viral. Apalagi kemudian ada kabar Faisal dalam keadaan koma dan akhirnya meninggal hari ini, Rabu (25/9).

Namun, kabar meninggalnya Faisal dibantah Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Asep Saefuddin.

"Kondisi Faisal sudah dalam keadaan stabil setelah mendapat penanganan medis di RS Pelni," kata Prof Asep dalam keterangan resminya.

Dia membenarkan Faisal jadi salah satu korban dalam kegiatan mahasiswa di depan Gedung DPR RI. Dia pun meminta doa seluruh masyarakat Indonesia untuk kesembuhan Faisal.(esy/jpnn)

Pesan yang mengatasnamakan Buya Ermas Andico S (paman) dan Bunda Asma Ratu Agung (ibu kandungnya) tersebut langsung viral.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News