Manuver Demokrat Kianati Koalisi

Manuver Demokrat Kianati Koalisi
Manuver Demokrat Kianati Koalisi
“Jadi kalau ada yang mengkritik SBY kok mengumpulkan kekuatan banyak sekali, rasanya aneh juga, karena siapapun pemenang pilpres pasti akan melakukan hal yang sama" kata Cecep.

 

Yang harus dipertanyakan adalah partai-partai yang tadinya berseberangan kini berubah arah mendukung, apakah sebenarnya mereka satu nafas dengan SBY? “Mereka seharusnya punya harga diri, masa semuanya mau ditukar dengan kursi menteri," tanya dia.

Cecep menjelaskan, sikap serba instant dan tidak konsisten akhirnya membuat partai-partai tumbuh tanpa ideologi. Di banyak negara demokrasi, oposisi atau menjadi bagian dari pemerintahan tidak masalah. Bahkan partai yang berada di luar kekuasaan mampu bertahan dan sukses memperjuangkan ideologinya.

"Pelajaran demokrasi berharga inilah yang sama sekali tidak dimaknai oleh partai politik di Indonesia. Parpol lebih mengandalkan kekuasaan sebagai satu-satunya sumber uang untuk menghidupkan partai. Mestinya tumbuh dan kembangnya sebuah partai harus bertumpu pada militansi kadernya," kata Cecep Effendy. (fas/JPNN)

JAKARTA -- Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti menilai sikap Partai Demokrat (PD) yang mendekati PDIP


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News