Marak Konten TikTok Bernuansa Hinaan kepada Warga Palestina, PBNU Bereaksi Keras

Marak Konten TikTok Bernuansa Hinaan kepada Warga Palestina, PBNU Bereaksi Keras
Ilustrasi PBNU. Ilustrasi. Foto: Dok. PBNU

"Makanya saya setuju kalau Menkominfo itu memblokir konten-konten jahat, konten-konten biadab itu, supaya tidak jadi bagian dari psywar yang berkembang di Indonesia," kata Gus Fahrur.

Dia menyatakan konten-konten hinaan dari warga Israel tentu bertentangan dengan ideologi Indonesia, yakni Pancasila.

Terlebih lagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Palestina.

"Kita itu sudah terluka mendengar mereka dilukai. Terus ditambah dengan konten yang menghina itu,” kata Gus Fahrur. 

Adapun, beberapa negara bahkan berani memblokir TikTok, seperti India, Afganistan, dan Pakistan.

Sementara itu, otoritas Amerika Serikat dan Kanada melarang TikTok di semua perangkat milik negara.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia terus mengikuti perkembangan situasi Gaza, Palestina.

Terlebih lagi, belakangan ini Israel terus membombardir negara di Timur Tengah itu mulai awal Oktober 2023.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur bereaksi keras atas maraknya konten bernuansa hinaan kepada warga Palestina korban kekejaman Israel.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News