Masa Penting Pendidikan Politik Soekarno dan Kisah Anekdot di Rumah HOS Tjokroaminoto

Masa Penting Pendidikan Politik Soekarno dan Kisah Anekdot di Rumah HOS Tjokroaminoto
Talkshow dan musik yang digelar Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Kamis (3/6). Foto: BKNP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Rumah HOS Tjokroaminoto merupakan indekos Soekarno selama menempuh pendidikan di Hogere Burger School (HBS) Surabaya.

Dalam kurun enam tahun, Soekarno menjadi anak didik Tjokroaminoto dalam rumah yang disebutnya indekos.

Selama tinggal di rumah tersebut, Soekarno belajar banyak dari teman-teman satu atapnya. Kala itu, dia menjadi anak kecil yang memasang telinga lebar-lebar ketika para pemuda sedang berbincang mengenai nasib orang-orang bumiputra. Terlebih dia banyak belajar dari Tjokroaminoto.

"Nah, dia tinggal di sana itu bersama beberapa orang, yang saya masih ingat, ada Hermen Kartowisastro yang kemudian jadi Duta Besar di masa kemerdekaan, ada Suarli, Alimin dan lain-lain. Itulah masa penting bagi Bung Karno di dalam pendidikan politiknya dari tokoh Sarikat Islam yang terkemuka dan terkenal waktu itu," kata Bonnie Triyana, Sejarawan dan Pemred Historia, pada acara talkshow dan musik yang digelar oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Kamis (3/6).

Tinggalnya Soekarno di rumah Tjokroaminoto bukanlah sebuah kebetulan. Bapaknya, Soekemi Sosrodihardjo adalah teman dekat Tjokroaminoto dan mengenal betul tokoh bangsa tersebut.

Soekemi ingin putra satu-satunya itu berguru pada salah satu pemimpin bangsa yang diakui para penjajah.

"Setelah lulus dari HBS 1916, dia ke surabaya. Dan di Surabaya ini, ayahnya Soekarno, Soekemi berteman baik dengan tokoh Sarikat Islam Haji Omar Said Tjokroaminoto. Karena perkawanan baik inilah kemudian Soekarno ngekos di rumahnya Pak Tjokro," lanjut Bonnie.

Kemudian, kata Bonnie, HOS Tjokoraminoto merupakan tuan rumah sekaligus pembimbing bagi Bung Karno dan sejumlah tokoh nasional lain ketika mereka mengenyam pendidikan di Surabaya.

Soekarno digembleng pemikirannya oleh HOS Tjokroaminoto. Dia dicekoki buku-buku apa pun.