JPNN.com

Masinton Sebut Gatot Nurmantyo Bermental Cengeng, tak Cocok jadi Pemimpin

Kamis, 24 September 2020 – 16:08 WIB
Masinton Sebut Gatot Nurmantyo Bermental Cengeng, tak Cocok jadi Pemimpin - JPNN.com
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Foto: YouTube/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai Gatot Nurmantyo sebagai sosok yang melow atau melodramatis terkait pernyataannya tentang isu PKI.

Masinton mengingatkan ciri-ciri yang dianut eks Panglima TNI itu tidak cocok menjadi pemimpin bangsa.

"Orang yang bermentalitas 'melow' selalu menciptakan dirinya sebagai playing victim. Melankolis itu mental cengeng bukan mental pemimpin," kata Masinton kepada JPNN.com, Kamis (24/9).

Masinton menyarankan Gatot tidak membawa lagi isu PKI ke dalam ruang publik. Sebab, Gatot saat menjadi panglima TNI tentu bisa mencari bukti untuk memangkas jaringan PKI apabila benar keberadaannya seperti pikiran Gatot.

"Bukankah selama Pak Gatot menjadi panglima isu ini ada, dan seharusnya pada saat itu Pak Gatot sebagai Panglima TNI bisa mencari bukti jika memang isu tersebut benar adanya," jelas Masinton.

Oleh karena itu, lanjut Masinton, menjadi tak elok dan kurang baik untuk Gatot setelah pensiun menggoreng isu PKI. Ini justru menggambarkan Gatot seolah kecewa semata.

"Bagi PDI Perjuangan, juga bagi TNI tentu menjaga keutuhan republik ini dalam bingkai NKRI adalah menjadi kewajiban bersama. Saya kira, semangat itu yang sebaiknya dikedepankan oleh kita bersama sebagai elemen bangsa Indonesia," jelas Masinton.

Dengan perkembangan informasi dan teknologi yang sangat cepat saat ini, lanjut Masinton, generasi muda Indonesia tak tertarik dengan isu PKI. Isu itu dianggap sebagai representasi pemikiran kolot dan miskin ide oleh anak zaman now.

Masinton menilai isu PKI selalu muncul, datang dan pergi. Itu fakta yang menunjukkan isu tersebut lebih besar nuansa politik praktis daripada politik kebangsaan.

"Politik elektoral hanya bagian dari politik kebangsaan Indonesia. Jangan menggunakan isu kolot yang memecah belah bangsa dijadikan sebagai branding menuju kontestasi politik elektoral 2024 nanti. Jangan berlakon sebagai playing victim kemudian tuding sana-sini. Sikap seperti itu sejatinya bukan sikap kesatria, itu mentalitas melow," jelas Masinton. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
yessy