Masyarakat Harus Ikut Berpartisipasi Dalam Memilih Pemimpin

Masyarakat Harus Ikut Berpartisipasi Dalam Memilih Pemimpin
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada acara Temu Tokoh, Ulama dan Cendekiawan dengan Ketua MPR di Hotel Mercure Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (29/10). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, PADANG - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan masalah pemilihan presiden pada 17 April 2019, bukan semata persoalan Joko Widodo dan Prabowo Subianto saja. Tetapi masalah pilpres adalah persoalan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu seluruh bangsa Indonesia harus terlibat dalam pemilihan presiden, tanpa terkecuali.

“Kita sudah sepakat untuk memilih demokrasi adalah cara kita dalam menentukan pemimpin. Karena itu seluruh masyarakat harus ikut andil dalam menentukan pemimpinnya. Tidak boleh ada satu orang pun yang melewatkan kesempatan itu, karena pilihan kita menentukan wajah Indonesia ke depan,” kata Zulkifli Hasan memberikan sambutan pada acara Temu Tokoh, Ulama dan Cendekiawan dengan Ketua MPR di Hotel Mercure Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (29/10).

Masyarakat Harus Ikut Berpartisipasi Dalam Memilih Pemimpin

Untuk memilih pemimpin yang baik, menurut Ketua MPR, kuncinya adalah rakyat harus paham. Karena sesungguhnya, dalam negara demokrasi, rakyatlah yang berdaulat dan berkuasa. Karena itu rakyat harus paham bahwa dirinyalah yang sesungguhnya berkuasa.

"Dalam kehidupan kita, semua terkait dengan keputusan politik. Di Turki dulu tidak boleh melaksanakan salat Jumat, sehingga banyak masjid yang tutup, itu karena keputusan politik. Demikian juga kaum perempuan Turki sempat kesulitan mengenakan hijab itu juga terkait dengan keputusan politik. Intinya tidak ada yang tidak bisa lepas dari keputusan politik, memilih presiden, gubernur, bupati dan wali kota, semua adalah keputusan politik. Karena itu tentukanlah pilihan pemimpinmu dengan bijaksana,” kata Ketua MPR menambahkan.

Pada kesempatan itu, Zulkifli juga mengingatkan pemilihan presiden itu sesungguhnya adalah pilihan di antara sesama teman. Karena itu tidak perlu ada pertikaian, perselisihan dan keributan. Tetapi lakukanlah pemilihan dengan cara-cara pertemanan perdamaian dan perkawanan. Yaitu pemilihan yang friendly.(adv/jpnn)


Untuk memilih pemimpin yang baik, kuncinya adalah rakyat harus paham. Karena sesungguhnya, dalam negara demokrasi, rakyatlah yang berdaulat memilih pemimpinnya


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News