Masyarakat Tolak Makamkan Jenazah yang Terpapar Virus Corona, Begini Reaksi Polri

Masyarakat Tolak Makamkan Jenazah yang Terpapar Virus Corona, Begini Reaksi Polri
Warga Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, saat menolak pemakaman janazah diduga pasien Corona, Senin (30/3). Foto: Radar Bogor

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah masyarakat di berbagai daerah sempat menolak memakamkan jenazah yang tertulari virus corona atau covid-19. Atas penolakan ini, Polri bersama TNI, dan Dinas Kesehatan setempat langsung memberikan edukasi soal penanganan jenazah yang kena corona.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Asep Adisaputra mengharapkan, dengan adanya edukasi ini, tidak ada lagi penolakan dilakukan.

“Dari kami bersama TNI dan Dinkes memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang terkait dengan (pasien) virus corona yang meninggal dunia,” kata Asep kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (2/4)

Asep pun menekankan, Indonesia punya sikap toleransi dan budaya gotong-royong di dalam masyarskatnya. Untuk itu, sangat diharapkan penolakan terhadap pemakaman jenazah terpapar virus corona kiranya tak terjadi lagi kedepan.

"Tentunya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sikap toleransi dan juga gotong royong tentunya mengedepakan empati dan simpati terhadap korban yang meninggal akibat corona ini. Sehingga tidak ada penolakan dari pemakaman jenazah corona,” kata Asep. (cuy/jpnn)

Sejumlah masyarakat di berbagai daerah sempat menolak memakamkan jenazah yang tertulari virus corona atau covid-19. Atas penolakan ini, Polri bersama TNI, dan Dinas Kesehatan setempat langsung memberikan edukasi.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News