Maya Rindu pada Ibu Kandung, Hingga Akhirnya...Oh, Ya Tuhan

Maya Rindu pada Ibu Kandung, Hingga Akhirnya...Oh, Ya Tuhan
BERDUKA: Agus yang kehilangan putri kesayangannya Maya, yang meninggal dunia akibat meminum racun. Foto: JOHANNY/RADAR TARAKAN/JPNN.com

“Waktu itu saya heran, karena malamnya Maya baik-baik saja, malah sempat bercanda dan masih sempat minta dibelikan cemilan. Tetapi subuhnya dia kembali drop,” ujar Agus.

Setelah dibawa ke RS Malinau, ternyata kondisi Maya tidak kunjung membaik, sehingga dirujuk ke RSUD Tarakan, karena tidak memiliki alat yang memadai.

“Pada waktu dibawa ke RSUD Tarakan, saya sempat berkata dan memberikan Maya semangat untuk bertahan. Waktu itu Maya hanya mengangguk-angguk saja karena saat itu ia sudah tidak dapat berbicara akibat racun yang telah melukai tenggorokannya,” kata Agus yang bekerja sebagai karyawan lepas di salah satu perusahaan kelapa sawit di Sebuku.

Ketika itu Agus sampai di RSUD Tarakan, Kamis (27/4) sekira pukul 15.00 Wita, dan Maya langsung dilarikan ke ruang ICU untuk segera dilakukan proses pengeluaran racun dari tubuhnya.

Tak disangka sekitar pukul 17.00 Wita kondisi Maya semakin memburuk, sehingga dokter mengingatkan kepada Agus agar dapat menerima segala risiko dan kemungkinan yang akan terjadi pada Maya.

“Saya juga sempat melihat kondisi Maya yang sudah tidak berdaya dengan alat bantu pernapasan yang terpasang di mulutnya,” ungkap Agus.

Tuhan berkehendak lain, Maya tidak mampu bertahan akibat racun yang dia minum telah menyebar ke seluruh tubuhnya.

Hingga akhirnya Jumat (28/4) pukul 14.00 Wita, Maya menghembuskan napas terakhir. Agus yang kembali terkenang dengan kondisi Maya kala itu, kembali tertunduk tak kuasa menahan sedihnya.

Jenazah Rusmaya (16) terbujur di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kalimantan Utara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News