Mayor Jenderal Wuryanto: Kami Tunggu Penjelasan AS

Mayor Jenderal Wuryanto: Kami Tunggu Penjelasan AS
Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (22/10). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sikap pemerintah Amerika Serikat yang menolak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke negerinya tanpa alasan jelas patut dipertanyakan.

Apalagi, jenderal bintang empat kelahiran Tegal, Jawa Tengah, itu hadir mewakili pemerintah RI memenuhi undangan resmi Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford, Jr. Gatot dan Joseph merupakan sahabat.

Bahkan, Gatot sangat menghargai Joseph sebagai seniornya. Namun, perlakuan tidak menyenangkan diperlihatkan oleh AS yang mengumumkan pelarangan Gatot masuk hanya lewat pihak maskapai Emirates atas permintaan US Custom and Border Protection.

Penolakan itu dikabarkan mereka saat Gatot, istri dan delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, jelang keberangkatan Sabtu (21/10) sore.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan, Panglima Gatot sudah sering menghadiri undangan resmi ke AS. Terakhir, kata dia, Gatot menghadiri sebuah acara resmi di AS pada 2016 lalu.

“Bapak Panglima TNI sudah beberapa kali ke AS. Februari 2016 juga sudah pernah ke sana dan tidak ada masalah,” kata Wuryanto dalam jumpa pers di kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10).

Alasan pemerintah yang dipimpin Presiden Donald Trump itu melarang Gatot tidak jelas. Sampai saat ini belum ada penjelasan dari mereka.

“Cuma disampaikan melalui maskapai, dan kami lagi minta penjelasan,” ujar Wuryanto.

Sikap pemerintah Amerika Serikat yang menolak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke negerinya tanpa alasan jelas patut dipertanyakan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News