Jumat, 19 Oktober 2018 – 07:11 WIB

Mayoritas Dokter Asing di Australia Dinilai Tak Layak Praktek

Jumat, 03 Agustus 2018 – 14:00 WIB
Mayoritas Dokter Asing di Australia Dinilai Tak Layak Praktek - JPNN.COM

Para dokter asing yang telah bekerja di wilayah pedalaman Australia selama bertahun-tahun, kini dinilai tidak kompeten dan dicabut izin prakteknya oleh Australian Medical Board (AMB).

Empat dari lima dokter asal luar negeri ini, sebagian telah berpraktek selama 10 tahun, gagal dalam ujian klinis yang dilakukan AMB. Ujian dilaksanakan untuk membuktikan apakah para dokter ini memenuhi standar Australia.

Dahulu dokter asing tidak diwajibkan mengikuti ujian lokal sebelum ditempatkan di wilayah pedalaman yang kekurangan dokter. Tercatat lebih dari 3000 dokter asing berpraktek di Australia.

"Idealnya semua dokter yang bekerja di Australia memiliki kualifikasi penuh sebelum mulai bekerja, namun kita memiliki kebutuhan," kata Ketua AMB Dr Joanna Flynn AM kepada ABC.

"Tuntutan agar para dokter ini memenuhi standar Australia kini jadi lebih jelas," tambahnya.

"Jika kinerja mereka dalam ujian sangat rendah, tentunya menimbulkan pertanyaan apakah mereka benar-benar aman untuk berpraktek," tuturnya.

Sejak tahun 2013 semua dokter asing telah diberitahu batas waktu tiga tahun untuk menjalani ujian klinis. Jika tidak lulus, izin praktek mereka akan dicabut.

Dr Flynn mengatakan pihaknya sudah memberikan keringanan, dengan memperpanjang batas waktu. Namun sekarang hal itu sudah berakhir.

Menurut dia, AMB memiliki seperangkat standar yang sekarang sedang diterapkan.

Bagi sebagian dokter asing, katanya, hal ini menaikkan standar yang harus mereka lampaui agar dapat tetap berpraktek.

Permasalahannya sekarang, apakah para dokter itu tidak memenuhi syarat selama ini dalam merawat pasien? Atau definisi 'keyalakan' saja yang kini berubah?

Kasus dokter asal Argentina

Salah satu dokter asing yang terdampak tindakan AMB ini yaitu Dr Maurice Haddad, ahli bedah ortopedi asal Argentina.

Istri dan tiga anaknya menetap di Melbourne, namun Dr Haddad berpraktek sebagai dokter yang disupervisi di kota kecil Wonthaggi.

"Tiap Senin saya mengemudi ke tempat praktek dan kembali ke keluargaku pada hari Jumat," ujarnya. "Sudah tujuh tahun lamanya."

Dr Haddad merupakan satu-satunya dokter di Wonthaggi yang menjalankan program metadon bagi pasien ketergantungan obat.

Pengalaman bedahnya juga membuatnya bisa mengoperasi pasien kanker kulit yang tak perlu repot-repot ke Melbourne.

Pada tahun 2011, Menteri Kesehatan Negara Bagian Victoria David Davis mengganjarnya dengan penghargaan atas kontribusinya bagi masyarakat pedesaan.

Namun Dr Haddad tidak lulus ujian klinis dalam waktu yang dialokasikan oleh AMB.

Dia sedang menangani 120 pasien ketika otoritas medis ini mencabut izin prakteknya.

"Mereka tidak meluluskan, akhirnya saya kehilangan segalanya," katanya kepada ABC.

"Kita bukan apa-apa tanpa izin praktek," tambahnya.

Supervisor Dr Haddad, Dr Howard McCormick, mengatakan kegagalan koleganya lulus ujian tidak mencerminkan kompetensinya dalam mengobati pasien.

"Saya pun yang terlatih selama 40 tahun di Australia, akan kesulitan untuk lulus ujian, bahkan dengan tingkat pengetahuan saya," katanya.

Kota kecil itu, kata Dr McCormick, mengalami kerugian karena pencabutan izin Dr Haddad.

"Klinik kami sangat menderita, pasien kami menderita," ujarnya.

Pasien narkoba kehilangan dokter

Dokter Patricia Bas mulai membersihkan tempat prakteknya di Horsham, kota pedalaman lainnya.

Misalkan otoritas media Australia mengizinkannya, dia ingin tetap berada di Horsham hingga pensiun.

"Jika bisa, saya akan di sini sampai usia 70," katanya kepada ABC.

Namun dia gagal dalam ujian klinis AMB beberapa kali. Izin prakteknya secara resmi akan berkahir pada 6 Agustus 2018.

Salah satu fokus Dr Bas di Horsham yaitu perawatan psikiatri bagi pasien yang kecanduan narkoba.

Reputasinya begitu bagus, sehingga seorang konselor berpengalaman, Sybil Braybrook, merujuk seluruh kliennya ke Dr Bas.

"Ada permasalahan besar dengan gangguan skizoafektif akibat penyalahgunaan narkoba di kota ini," kata Braybrook.

"Kami tidak memiliki kapasitas rehabilitasi seperti di kota yang lebih besar," ujarnya.

"Bila tidak bisa mengopname mereka, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menempatkan mereka di bawah pengawasan dokter," tambahnya.

"Kemana pasien-pasien ini selanjutnya, saya tidak tahu," kata Sybil Braybrook.

Kota pedalaman kekurangan dokter

Kekurangan dokter di Kota Horsham serta wilayah Victoria lainnya sudah lama jadi pembicaraan.

Masyarakat kota kecil Kerang misalnya, bahkan memposting video di media sosial untuk menarik minat dokter datang ke sana. Tapi tidak berhasil mendapatkannya.

Satu-satunya klinik dokter umum di kota Boort pekan lalu telah menutup layanannya akibat gagal mendapatkan dokter.

Departemen Kesehatan Australia yang dihubungi menjelaskan saat ini sedang dilakukan perekrutan dokter.

Menurut Dr McCormick, kondisi serupa terjadi wilayah timur Victoria.

Dia mengatakan, para dokter asing tidak punya pilihan selain bekerja di daerah pedesaan. Menekan mereka, katanya, hanya akan membuat situasi kekurangan dokter jadi lebih buruk.

"Pertanyaan saya, apa yang akan kita lakukan untuk mendapatkan dokter di pedesaan?" katanya.

Menkes Australia tak mau ikut campur

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt serta Menteri Kesehatan Wilayah Pedesaan Bridget McKenzie tidak bersedia diwawancarai ABC.

Juru bicara Depkes mengatakan AMB "independen dari Pemerintah" sehingga menteri maupun Depkes tidak boleh campur tangan dalam masalah izin praktek.

Dikatakan, pertanyaan tentang dokter internasional yang mengikuti ujian klinis harus ditujukan ke AMB.

Dr Gerard Ingham, seorang supervisor bagi dokter internasional dan lokal selama 25 tahun, mengatakan tindakan keras AMB ini sebenarnya sudah lama tertunda.

Menurut dia, ini merupakan "kesalahan kebijakan sebelumnya" yang membolehkan dokter berpraktek di pedesaan tanpa perlu membuktikan kompetensinya.

Dahulu, katanya, ada pendekatan bahwa dokter apapun pasti lebih baik daripada tidak ada dokter sama sekali.

Dia membandingkannya dengan ujian bagi pengemudi yang selalu gagal namun membiarkannya mengemudi di daerah pedesaan.

"Pada akhirnya kita harus menetapkan standar dan orang harus memenuhinya," katanya.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

 
SHARES
Komentar