Megawati: Golput Tindakan Egois

Megawati: Golput Tindakan Egois
Megawati saat kampanye di Tegal, Jawa Tengah. Foto: Radar Tegal.

jpnn.com - TEGAL – Kecenderungan masyarakat untuk memilih menjadi Golput (Golongan Putih) dalam Pilkada maupun Pemilu  menghantui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Pasalnya, kekalahan dua Pilkada sebelumnya di Jawa Barat dan Sumatera Utara diakibatkan banyaknya warga yang memilih Golput. Karenanya, Megawati mengecam tindakan kaum politisi maupun masyarakat yang menganjurkan atau memilih sikap golput dalam Pilkada maupun Pemilu.

Orang yang dengan sengaja tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada maupun Pemilu  adalah orang egois. Karena , orang itu hanya mementingkan kepentingannya sendiri,’’  kata Megawati  ketika melakukan Kampanye Pilkada Gubernur Jawa Tengah untuk pasangan Bibit Waluyo – Rustriningsih di GOR Sanja Tegal, Selasa (16/6).

Menurut Megawati, memilih dalam Pilkada maupun Pemilu bukan sekadar hak tetapi juga kewajiban bagi warga negara. ‘’Dulu, ketika Indonesia menggunakan system keterwakilan, banyak orang menuntut  diubah menjadi pemilihan langsung. Sekarang, ketika pilihan langsung, orang banyak yang memilih Golput. Apakah sekarang minta dikembalikan lagi seperti dulu?’’ Megawati dalam orasi yang dihadiri ribuan konstituennya itu.

       Lebih jauh,  mantan Presiden  yang masih dipanggil Presiden oleh para pendukungnya itu mengingatkan  masyarakat Jawa Tengah untuk menggunakan hak pilihnya pada saat hari pencoblosan 22 Juni mendatang.  Pasalnya, dua kekalahan Pilkada di Jawa Barat dan Sumatera Utara  lebih diakibatkan karena warga PDI P yang memilih menjadi Golput.

       ''Jangan sampai terjadi lagi kasus seperti di Jawa Barat dan Sumatera Utara, ketika pemilih yang tidak memilih lebih banyak. (Ini) karena mereka tidak peduli dengan kehidupan berbangsa. Mereka hanya berpikir bagi dirinya sendiri,'' ungkap Megawati.Diingatkannya masyarakat Indonesia hidup sebagai bagian Republik Indonesia, bukan individu-individu belaka. ''Kewajiban kita adalah menggunakan hak pilih tersebut,'' ujar Megawati.

       Penggunaan hak pilih, menurut dia, tidak sebatas hak warga negara saja. Tapi hak pilih bukan hanya sekedar hak tapi juga merupakan bentuk kewajiban seorang warga negara. Kewajian sebagai warga negara harus dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Kalau ada pemimpin yang meminta agar tidak menggunakan hak pilih, kata Megawati, lalu bagaimana caranya berdemokrasi.

       Dengan susah payah, rakyat Idonesia meminta agar pemilihan umum dilakukan secara langsung. ''Tiga puluh tahuan kia hanya diberi hak dengan mewakilkan,''kata Mega. Saat ini masyarakat sudah memilih secara langsung hingga ke tingkat desa. Kalau hak itu tidak digunakan, masyarakat telah melakukan kesalahan.

       Jika masyarakat tidak mau menggunakan hak pilih, Megawati khawatir, akan ada upaya untuk menggunakan lagi sistem perwakilan. ''Apa saudara-saudara berkeinginan seperti waktu-waktu lalu?'' tanya Megawati. Jika tidak ingin hal itu terjadi, Megawati meminta agar masyarakat berbondong-bondong menggunakan hak pilihnya. Sebagai sebuah bangsa, ternyata Indonesia senang melakukan mencoba. Belum mantap sebuah sistem, sudah diganti dengan yang baru. ''Kapan kita akan maju kalau terus seperti itu,'' tandasnya.

TEGAL – Kecenderungan masyarakat untuk memilih menjadi Golput (Golongan Putih) dalam Pilkada maupun Pemilu  menghantui Ketua Umum PDI

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News