Membangun Ikatan Emosional dalam Politik: Keceriaan dan Humor sebagai Alat Persuasi

Oleh: Ganis Sholeha

Membangun Ikatan Emosional dalam Politik: Keceriaan dan Humor sebagai Alat Persuasi
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Foto: YouTube Partai Solidaritas Indonesia

jpnn.com - Politik riang gembira, dalam beberapa konteks, mengacu pada suasana politik yang lebih positif, penuh semangat, dan terkadang menghadirkan elemen keceriaan dalam kampanye atau interaksi politik.

Ini sering kali melibatkan gaya komunikasi yang ceria, pesan yang optimis, dan penggunaan humor untuk menciptakan keterlibatan yang lebih besar dengan pemilih.

Para ahli sering menyoroti bahwa politik riang gembira dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

Pendekatan yang lebih santai dan menghibur dalam menyampaikan pesan politik dapat memikat perhatian lebih banyak orang, terutama generasi muda yang cenderung lebih responsif terhadap gaya komunikasi yang kreatif dan berbeda.

Teori komunikasi politik juga menyoroti pentingnya emosi dalam membentuk opini dan keputusan politik. Strategi politik yang menyertakan humor atau keceriaan mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemilih dan kandidat atau partai politik.

Studi lebih serius seperti yang dilakukan Drew Westen dalam bukunya yang berjudul the Political Brain: The Role of Emotion in Deciding the Fate of the Nation menekankan peran emosi dalam pengambilan keputusan politik.

Westen menjelaskan bagaimana pesan politik yang menarik emosi dan cerita yang kuat dapat memengaruhi opini dan perilaku pemilih.

Teori-teori komunikasi politik, khususnya dalam konteks politik riang gembira, tidak begitu banyak terdokumentasi secara khusus.

PSI hadir dengan citra yang segar dan berani, menawarkan solusi yang kreatif terhadap tantangan-tantangan modern yang dihadapi Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News