Mencari Pelaku Pelemparan saat Ibadah Kedukaan, Dikeroyok 10 Orang

Mencari Pelaku Pelemparan saat Ibadah Kedukaan, Dikeroyok 10 Orang
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - MANADO — Nasib tragis dialami Yani Wakes (45), warga Desa Mopolo Esa, Jaga III, Kecamatan Ranoyapo.

Buruh bangunan itu mengalami luka robek di kepala. Beberapa anggota tubuhnya juga luka memar.

Dia dikeroyok sekitar 10 orang, salah satunya berinisial JT alias alias Jovel (30-an), warga Desa Mopolo Esa Atas.

Kejadiannya di Desa Mopolo Esa, Jaga III, Kecamatan Ranoyapo, Senin (31/10) sekira pukul 23.00 wita.

Sumber di Rumah Sakit menyebutkan, insiden berdarah itu berawal, Minggu (30/10) malam, di Desa Mopolo Esa Bawa.

Saat itu, ada  ibadah kedukaan. Mendadak sekelompok pemuda melempar atap sabua sehingga mengganggu prosesi ibadah tersebut.

Merasa tersinggung, esok harinya setelah pemakaman, korban mengajak beberapa rekannya mencari tahu dalang yang melempar rumah duka tersebut.

Karena tidak menemukan pelakunya, rekan-rekan korban langsung balik arah.

MANADO — Nasib tragis dialami Yani Wakes (45), warga Desa Mopolo Esa, Jaga III, Kecamatan Ranoyapo. Buruh bangunan itu mengalami luka robek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News