Mendag Jangan Gagal Paham soal Mafia Minyak Goreng!

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang membantah persoalan minyak goreng disebabkan oleh adanya mafia menuai kritik.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menduga Mendag sudah gagal paham membaca permasalahan utama dari krisis minyak goreng.
"Kalau masalahnya bukan mafia dan tata niaga yang rusak lalu kebijakannya apa. Selama ini belum ada keluar kebijakan-kebijakan yang diharapkan menuntaskan masalah tersebut," ujar Bhima, Jumat (24/6).
Menurut Bhima, pandangan menteri yang tidak sejalan dengan Presiden tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Kenapa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) usut kartel minyak goreng, Kejaksaan Agung yang menetapkan tersangka izin ekspor CPO. Itu jelas pertanda mafia terstruktur," ungkap Bhima.
Lebih lanjut, pernyataan Zulhas justru mengindikasikan pemerintah tidak mampu menyelesaikan tata niaga minyak goreng.
Artinya, Mendag seharusnya mengeluarkan sederet kebijakan untuk memperkuat pengawasan di hulu dan pengawasan distribusi minyak goreng di hilir.
"Melihat beda pendapat Mendag dengan Presiden, tampaknya perkara minyak goreng tidak akan selesai dalam satu bulan. Akan sulit target Mendag menyelesaikan permasalahan minyak goreng," tegas Bhima. (mcr28/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang membantah persoalan minyak goreng disebabkan oleh adanya mafia menuai kritik.
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari
- 5 Jenis Minyak Goreng Terbaik untuk Penderita Diabetes
- Nota Kesepahaman Dewan Pers dan Kejagung Perlu Diperpanjang
- 4 Tersangka Judi Online Situs agen138 Segera Disidang
- Jaksa Agung Tekankan Pentingnya Moralitas dalam PPPJ Angkatan 82
- Kejagung Berpeluang Terapkan Pasal TPPU dalam Kasus Suap Rp60 Miliar
- Kasus Direktur Jak TV Baru Pertama Terjadi, Saat Konten Dikriminalisasi