Menekuni Bisnis Sayuran

Menekuni Bisnis Sayuran
Menekuni Bisnis Sayuran

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Setidaknya pepatah itu diterapkan Mahendra Kusuma dalam membangun bisnisnya. Setelah cukup puas berkarir di sejumlah perusahaan dan lembaga. Kini Mahendra mengelola sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

SEBELUM memutuskan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT. Fujimelasari, Mahendra Kusuma sempat meniti karir di sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintah. Di antaranya PT. Bina Silvan Lestari di Sumatera, yang memasok bahan baku kayu pensil untuk PT. Silo Indah Pratama, kemudian koordinator Badan Kemitraan Jimbaran, sebuah komunitas konglomerat.

   

Selanjutnya pada 1996, Hendra kembali pindah profesi sebagai plantation executive di Lyman Group, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kayu di Kalimantan Barat. Cukup lama Hendra bergelut di perusahaan ini, yakni hingga 2002. Merasa sudah cukup menjalani karir di perusahaan itu, dia lantas memutuskan untuk kembali ke Jawa dan mendirikan sendiri PT. Fujimelasari. 

”Awalnya perusahaan ini hanya bergerak di bidang usaha pembuatan pupuk NPK dan pupuk cair. Namun sekarang mengalami perkembangan,” ujarnya. Setelah beberapa tahun memproduksi pupuk, Hendra terpikir untuk masuk ke bisnis pertanian dengan menanam sayur-sayuran organik.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Setidaknya pepatah itu diterapkan Mahendra Kusuma dalam membangun bisnisnya. Setelah cukup puas berkarir di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News