Mengintip Pasar Apung di KCBN Muaro Jambi, Perempuan Pelaku Utama, Mayoritas Sarjana

Mengintip Pasar Apung di KCBN Muaro Jambi, Perempuan Pelaku Utama, Mayoritas Sarjana
Risma, lulusan Poltekkes yang menjual makanan khas Jambi di pasar apung KCBN Muarajambi. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, MUARO JAMBI - Pasar apung di Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi (KCBN) Muaro Jambi kini menjadi tempat favorit wisatawan. Keberadaan pasar ini sifatnya musiman.

Ketika intensitas hujan tinggi sehingga membuat lokasi di sejumlah kawasan di candi Astano Muarojambi ini tergenang hingga sepinggang orang dewasa.

Untuk menuju pasar apung ini memang butuh perjuangan. Pengunjung harus melewati jalanan yang hanya bisa dilewati sepeda lisrik dan sepeda motor.

Kalaupun menggunakan sepeda motor pastikan dahulu kendaraannya cukup kuat melewati beberapa titik jalan yang kondisinya rusak dan tergenang air. 

Pengunjung pun disarankan tidak menggunakan sepatu dan lebih aman memakai sandal jepit atau boots.

Jarak menuju pasar apung ini lumayan jauh sekitar 7 km. Jadi, bagi yang tidak kuat jalan kaki, lebih baik menggunakan jasa ojek maupun menyewa sepeda listrik. 

Baca Juga:

Tarif ojek ini bervariasi alias tergantung pintar-pintarnya pengunjung menawar.

Bagi yang pintar menawar cukup keluar uang Rp 10 ribu. Yang kurang pintar menawar bisa lebih tinggi antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu sekali jalan. 

Mengintip Pasar Apung di KCBN Muaro Jambi, perempuan pelaku utama, mayoritas sarjana

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News