Kamis, 19 Oktober 2017 – 10:29 WIB

Mensos Khofifah Sebut Tambahan PKH Aceh 227 Ribu Peserta

Sabtu, 30 September 2017 – 03:35 WIB
Mensos Khofifah Sebut Tambahan PKH Aceh 227 Ribu Peserta - JPNN.COM

Khofifah Indar Parawansa. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, ACEH - Pemerintah meyakini Program Keluarga Harapan (PKH) efektif mengurangi kemiskinan dan kesenjangan secara umum.

Berdasarkan itu penerima PKH dan dana PKH akan ditambah.

"Secara nasional ada penambahan penerima PKH dari 6 juta menjadi 10 juta, dari tambahan baru di distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia sesuai proporsi dari data kemiskinan yang dimiliki BPS hasil dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa di Banda Aceh, Jumat (29/9).

Menurutnya, proses validasi melalui PBDT tersebut di Aceh akan ada tambahan penerima PKH baru 227 ribu peserta. Dari jumlah itu, 150 persen meningkat dari saat ini 153 ribu penerima. Efeknya pemerintah akan menambah pendamping PKH dari 600 menjadi 700 lebih.

"Minggu ke dua Oktober akan ada proses rekrutmen PKH, sehingga nanti di Aceh akan ada juga penambahan pendamping PKH 1300 untuk didistribusikannya ke Kabupaten Kota dalam Provinsi Aceh," jelas Mensos.

Selain itu, ada kompensasi rasta ke bantuan pangan, kempensasi rasta ke pangan tersebut akan dilakukan di lima kota dan di tiga kabupaten di Aceh. Sedangkan tahun depan, 98 Kota dan 118 Kabupaten se-Indonesia juga akan menerima bantuan pangan. Dari jumlah tersebut termasuk Aceh Tengah, Kabupaten Aceh barat Daya dan Kabupaten Tamiang.

"Bantuan pangan itu akan top up tiap bulan Rp110 ribu. Penerimanya tidak boleh ambil tunai, penerima hanya dapat mengambil dalam bentuk natural, seperti beras, telur, gula dan minyak goreng. Pengambilannya kapan saja tergantung kebutuhan, karena sifatnya tidak hangus," jelasnya.

Barang itu dapat diambil di e-warung, Rumah Pangan Kita (RPK) atau agen himbara yang punya toko sembako. "Mungkin saat ini sedang dipetakan supaya lima kota dan tiga kabupaten di Aceh yang akan mengalami konversi dari rastra ke bantuan pangan relatif sudah mengetahui, karena pemetaan sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta," tutur Khofifah.

SHARES
loading...
loading...
Komentar