Mensos Serukan Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Kemanusiaan

Mensos Serukan Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Kemanusiaan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia di Kawasan Relokasi Hunian Tetap Siosar Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (23/8). Foto: istimewa for jpnn

jpnn.com, KARO - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerukan perlindungan pekerja sosial dan warga sipil dalam berbagai bencana alam dan konflik kemanusiaan di dunia.

Hal ini disampaikan Khofifah dalam Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia yang dipusatkan di Kawasan Relokasi Hunian Tetap Siosar Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (23/8).

Tema yang diangkat tahun ini adalah Perlindungan Warga Sipil, Pekerja Kemanusiaan dan Semua Pihak yang Terdampak Konflik.

"Dalam setiap kejadian bencana alam maupun konflik, harus dipahami bersama bahwa seluruh pekerja kemanusiaan bukan sasaran, They Are Not A Target," tutur Mensos.

Dikatakan Khofifah, dalam penanganan konflik sosial maupun bencana kemanusiaan seringkali pekerja kemanusiaan mempertaruhkan nyawa mereka. Bahkan menjadi korban saat melakukan tugas kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana dan konflik.

Maka, lanjutnya, dalam memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia ini, adalah saat yang tepat untuk meneguhkan komitmen perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan berdasarkan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

Mensos mengungkapkan pemerintah Indonesia telah berkontribusi secara aktif memberikan dukungan pada berbagai bencana kemanusiaan. Di antaranya Chile, Pakistan, Turki, Myanmar, Vietnam, Laos, Phipippines, Thailand, Haiti, Kamboja, Jepang, Australia, Korea Utara dan Vanuatu.

Pekerja kemanusiaan dari Indonesia juga telah bekerja di negara yang berisiko tinggi seperti Rakhine State, Myanmar, Somalia dan lainnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerukan perlindungan pekerja sosial dan warga sipil dalam berbagai bencana alam dan konflik kemanusiaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News