Mentan SYL Minta Pengembangan Nenas Jambi Berorientasi Ekspor

Mentan SYL Minta Pengembangan Nenas Jambi Berorientasi Ekspor
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) turun melihat langsung keindahan persawahan agrowisata terasiring Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (11/12). Foto: Humas Kementan.

jpnn.com, JAMBI - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta desa sentral produksi nenas melakukan pengembangan di hulu hingga hilir.

Dia juga berharap ke depan nenas harus diolah menjadi produk siap dijual dan berorientasi ekspor.

"Saya tahu kalau nenas itu sangat dibutuhkan banget diluar negeri sehingga perlu konsentrasi sedikit sehingga bisa naik kelas," kata Mentan Syahrul saat melakukan kunjungan di perkebunan nenas di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (6/11).

Dia mengharapkan industri pengolahan buah itu bisa segera dikembangkan dilokasi guna memproduksi olahan nenas yang siap ekspor.

Untuk itu, Mentan meminta supaya lahan di perluasan untuk pengembangan nenas.

Menurut dia, lahannya di atas 5.000 hektar. Sebab, dengan luas lahan tersebut bisa bisa mengarah ke skala industrinya untuk pengalengannya.

"Saya sangat tertarik banget dengan ini. Ada eggak mesin kecil untuk pengalengan ini. Karena ini kalo enggak dikaleng eggak bisa diekspor," ujarnya.

Dia juga mendorong petani desa tangkit menanam komoditi pertanian lainnya yang bisa di tumpang sari dengan nenas atau ditanam dipinggiran kebun seperti jagung, atau pinang.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta desa sentral produksi nenas melakukan pengembangan di hulu hingga hilir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News