Mewujudkan Ide Kreatif Melalui Crowdfunding, Konsep Pendanaan Kolaboratif

Donatur Dihadiahi Pencantuman sebagai Co-Executive Producer

Mewujudkan Ide Kreatif Melalui Crowdfunding, Konsep Pendanaan Kolaboratif
Mandy Marahimin. Foto : Sofyan Hendra/Jawa Pos
Meskipun di luar negeri bukan hal baru, crowdfunding masih cukup asing di tanah air. Ia adalah sebuah konsep pendanaan kolaboratif. Dalam konsep itu, pendanaan tidak didapatkan hanya dari segelintir orang, tapi justru dari sebanyak-banyaknya orang.

 

Semua orang itu (baca: donatur) bergotong royong mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk mewujudkan suatu ide kreatif. Dalam tiga tahun terakhir, konsep tersebut berkembang pesat di seluruh dunia. Telah ada sekitar 460 situs crowdfunding di seluruh dunia.

 

Nah, dari perkenalan yang lantas mendorongnya menjadi donatur itu, Mandy berpikir, buat apa menyisihkan uang untuk ide kreatif di luar negeri. Production coordinator film Gie dan publicist film Ada Apa dengan Cinta" itu berpikir untuk membuat crowdfunding sendiri.

 

Februari lalu; bersama Dondi Hananto, praktisi finansial; Zaki Jaihutan, praktisi legal; dan Wicak Soegijoko, pengembang teknologi; dia membidani kelahiran wujudkan.com. Selain wujudkan.com, ada beberapa situs crowdfunding serupa di tanah air. Antara lain, gagas.web.id dan patungan.net. 

 

Film Atambua 39" Celcius garapan Riri Riza-Mira Lesmana adalah contoh proyek yang sukses mengail dana melalui situs crowdfunding wujudkan.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News