Mitos atau Fakta Ada ASI Tak Bagus, Simak Penjelasan Ahli

Mitos atau Fakta Ada ASI Tak Bagus, Simak Penjelasan Ahli
Praktisi kesehatan dr Boy Abidin, Sp.OG, mengatakan bukan mitos jika kualitas air susu ibu (ASI) tak selamanya baik. Foto: Antaranews

"DHA itu dapat diperoleh dari makanan karena tubuh manusia tidak dapat membuatnya sendiri,” jelas Boy yang juga berprofesi sebagai konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi ini.

Dokter Boy juga mengatakan ibu harus senantiasa menjaga kualitas makanannya yang bergizi agar ASI juga berkualitas.

Adapun sumber makanan yang banyak mengandung asam lemak esensial adalah minyak kanola, minyak kenari, sayuran berdaun hijau, minyak ikan, serta ikan kembung, salmon, tuna, dan sarden.

“Bagi ibu hamil juga bisa mendapatkan DHA ini dari suplemen khusus untuk ibu hamil yang kaya DHA,” ujarnya.

Direktur Utama PT Mecosin Indonesia Yurita Tjahaja menyatakan melihat pentingnya peran ASI dan DHA pada tumbuh kembang anak pihaknya meluncurkan suplemen Lancar ASI Plus DHA di Jakarta, Rabu (22/12).

"Kami ingin memberikan solusi terbaik bagi setiap ibu di seluruh Indonesia untuk memperlancar serta meningkatkan kualitas produksi asi yang diberikan kepada sang buah hati," katanya.

Menurut dia, belum ada produk pelancar ASI yang memasukkan DHA dalam produk mereka. Kendati demikian, bahan utama produk adalah bahan alami menggunakan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus).

"Berdasarkan riset ilmiah, ekstrak daun katuk dan DHA ini mempunyai fungsi ganda (double action) yaitu daun katuk bermanfat untuk meningkatkan air susu ibu dan DHA yang berguna untuk tumbuh kembang otak," kata dia.

Praktisi kesehatan dr Boy Abidin, Sp.OG, mengatakan bukan mitos jika kualitas air susu ibu (ASI) tak selamanya baik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News