MPR Mengapresiasi Langkah Pemerintah Mengambil Alih Freeport

MPR Mengapresiasi Langkah Pemerintah Mengambil Alih Freeport
Anggota MPR RI Johnny G Plate (tengah) saat Diskusi Empat Pilar MPR bertema “Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat?” di Media Center, Kompleks Parlemen, Senin (8/10). Foto: Humas MPR RI

Menurutnya, langkah pemerintah itu tak hanya pada Freeport namun juga pada Blok Mahakam dan Blok Rokan. “Ini merupakan jawaban kepada publik terhadap keinginan untuk mengelola sendiri sumber daya alam yang ada,” paparnya.

“Dengan demikian memberi manfaat bagi bangsa Indonesia,” tambahnya.

Johnny menyebut dari waktu ke waktu kebutuhan energi semakin meningkat. “Karena adanya pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Selama ini energi yang ada dipenuhi dari fosil sehingga sumber energi fosil yang ada harus memerlukan pengelolaan yang bagus. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, bangsa ini memiliki keterbatasan produksi.

Untuk mencukupi kebutuhan, Johnny mengakui perlu impor. Agar tak terlalu tergantung pada luar maka dirinya menyatakan perlu strategi, perlu memberi ruang, untuk mengeksplorasi sumber-sumber yang ada.

Dalam iklim investasi global, disebut suasana ekonomi dunia tak berpihak pada iklim investasi di Indonesia. Untuk itu perlu adanya stabilitas politik. Pemilu 2019 disebut sebagai titik acuan dalam masalah stabilitas politik. Dirinya berharap jangan sampai suasana politik yang ada dipenuhi dengan ungkapan nyinyir, fitnah, dan hoaks.

“Sikap demikian tak memberi keuntungan pada invetasi”, ungkapnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, yang saat itu menjadi pembicara, mengatakan Freeport adalah gunung-gunung yang digali dan sekarang menjadi kubangan besar.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Johnny G Plate mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengambil alih saham PT Freeport Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News